BUKITTINGGI - Melalui zoom meeting di Balairung rumah dinas wako Belakang Balok, masyarakat hukum adat Nagari Kurai V Jorong, gelar musyawarah besar (mubes) Kurai se dunia, Minggu, (12/02).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi Dt. Basa Balimo, pada kesempatan itu menyampaikan keinginan untuk tegaknya adat Kurai di Bukittinggi.
Niniak Mamak merupakan "tampek baiyo" bagi pemerintah kota,ujar Marfendi Dt. Basa Balimo
Dikatakannya, LANK dibentuk untuk bekerja secara teknis, untuk dapat memuliakan kedudukan panghulu pucuak dan seluruh pemangku adat.
Selain Ketua, sekretaris dan bendahara,nantinya akan ada 7 bidang yang mengurusi keuangan, aset, pendidikan anak kemanakan dan lainnya.
Wawako juga berpesan agar persoalan adat, tidak dibawa ke ranah politik. Masyarakat Hukum Adat Nagari Kurai, diharapkan dapat memberikan masukan terbaik untuk pemerintah dan bukan menjadi alat politik.
"Pemko InsyaAllah siap mendukung tegaknya LANK. Sehingga tegak adat di Nagari Kurai ini. Mudah mudahan Niniak Mamak kita dapat bekerja dengan baik dan apapun yang ada pada mereka. Niniak Mamak Kurai merupakan orang yang tahu dengan Bukittinggi, tentang Kurai. Kita berharap Niniak Mamak menjadi pendamping pembangunan Kota Bukittinggi. Ninikmamak merupakan pemilik sah Nagari Kurai ini. Kami pun berharap, jangan bawa adat ke dalam ranah politik, karena akan menimbulkan perpecahan, " ingat Wawako Marfendi..
Sementara Pucuak Bulek Nagari Kurai V Jorong, Dt. Sati, menjelaskan bahwa, Mubes ini dilaksanakan untuk lebih memperkuat persatuan masyarakat hukum adat Nagari Kurai V Jorong.
Menurut rencana, akan dideklarasikan Limbago Adat Nagari Kurai (LANK) Limo Jorong.
Editor :






