IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gempa M7,9 Turkiye, Rahmi Mahasiswi Asal Padang Panjang Mohon Doa Keselamatan

Rahmi Aulia Syafitri, warga Kota Padang Panjang yang menempuh pendidikan di Bartin University, Provinsi Bartin. Foto:Dok.Kominfo Padang Panjang
Rahmi Aulia Syafitri, warga Kota Padang Panjang yang menempuh pendidikan di Bartin University, Provinsi Bartin. Foto:Dok.Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 (7,8) Skala Richter pagi dini hari dan gempa susulan berkekuatan 7,7 skala richter pada sore harinya, Senin (6/2/2023), mengguncang Provinsi Kahramanmara dan Gaziantep negara Turkiye yang berbatasan dengan negara Suriah.

Korban tewas akibat gempa yang melanda dua negara ini dikabarkan terus menanjak. Hingga Rabu (8/2/2023), jumlah korban jiwa dari bencana alam itu diperkirakan 7.266 orang.

Kondisi ini sempat membawa kekhawatiran bagi warga Indonesia yang berada di sana. Sama halnya dengan Rahmi Aulia Syafitri, warga Kota Padang Panjang yang menempuh pendidikan di Bartin University, Provinsi Bartin.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Jarak Provinsi Bartin dengan Provinsi Kahramanmara dan Gaziantep, sebut Rahmi, memang jauh. Namun saat kejadian itu membuat dirinya harus lebih waspada. Apalagi ada berita yang menyatakan gelombang susulan semakin kuat.

"Alhamdulillah-nya Ami jauh dari provinsi kejadian. Memang tetap harus waspada. Mungkin ibaratnya jaraknya antara Aceh dan Padang Panjang, lumayan jauh. Ami di sini mohon doa. Sebab suratan kuasa Allah SWT tidak ada yang tahu," tuturnya.

Dikatakan Rahmi, ada alumni Pondok Pesantren (Pontren) Kauman Muhammadiyah Padang Panjang yang berada di lokasi saat kejadian gempa Itu terjadi.

"Keadaannya Alhamdulillah baik, sudah dievakuasi ke KBRI Ankara," sebutnya. (Harris/Lex)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH