IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gunung Kerinci Erupsi, Abunya Bisa Ganggu Penerbangan dan Warga Dilarang Mendaki

Erupsi Gunung Kerinci, Rabu pagi (11/1/2023) yang terpantau petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kemen ESDM RI. Foto: PVMBG
Erupsi Gunung Kerinci, Rabu pagi (11/1/2023) yang terpantau petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kemen ESDM RI. Foto: PVMBG
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang Aro - Gunung Kerinci saat ini statusnya Waspada atau berada pada level II. Pasalnya pada pukul 05.46 Wib, Rabu (11/1/2023), aktivitas erupsi, berupa lontaran abu setinggi lebih kurang 900 meter atau lebih kurang 4.705 meter diatas permukaan laut yang terekam oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PBMBG)

Sebagaimana dilaporkan Petugas pos Pengamatan Gunung Kerinci Irwan Safwan saat itu teramati kolam abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong kearah timur laut dan timur.

"Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3 mm dengan durasi sementara ini lebih kurang 8 menit, 20 detik, " terang Irwan Safwan dalam laporan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sekaitan dengan kondisi tersebut PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung maupun wisatawan di sekitar Gunung Kerinci tidak boleh mendaki kawah yang ada di puncak gunung api tersebut dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Bahkan jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci juga direkomenasi agar di hindari, karena kondisi Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan Kabupaten Kerinci Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat tersebut sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Dari beberapa sumber, sepanjang 2022, Gunung Kerinci tercatat mengalami erupsi sebanyak lima kali. Adapun erupsi yang terjadi hari ini adalah erupsi pertama yang terekam pada tahun 2023.

Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan Kabupaten Kerinci Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, saat ini masih menyandang status Level II atau siaga terhitung sejak 9 September 2007 lalu. (AA)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH