Pakan Rabaa, Masyarakat adat di lingkup Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pakan Rabaa, Kecamatan KPGD melaksanakan ' Makan Bajamba Turun Kesawah', Sabtu (24/12/2022).
Kegiatan prosesi ' makan bajamba ' yang sebelumnya diawali dengan ' mambatai kabau ' Jumat (23/12/2022) tersebut adalah tradisi dan prosesi budaya jelang turun kesawah atau jelang memulai masa tanam padi.
" Kegiatan membantai kabau ini merupakan bagian dari prosesi adat turun kesawah yang telah dilaksanakan masyarakat Adat Alam Surambi Sungai Pagu Solok Selatan, " jelas Tuanku Rajo Mudo Sutan Mukhwi Vendra saat kegiatan ' makan bajamba ' di Balun, Jumat (24/12/2022).
Artinya tradisi dan prosesi ini selalu dilalukan jelang turun kesawah yang selalu dilakukan di Alam Surambi Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan yaitu melaksanakan ' Mambantai Kabau dan Makan Bajamba '.
Kegiatan Mambatai Kabau Turun Kesawah di Kapalo Banda Balun ini adalah bagian dari rangkaian yang sebelumnya sudah dilakukan kegiatan Mambantai Kabau Nan Gadang Turun Kesawah oleh masyarakat adat dilingkup KAN Pasir Talang. Terakhir nantinya akan ada pula kegiatan Mambantai Kabau Turun Kesawah di Pauh Duo.
Selain itu juga turut hadir Sutan Bareno Rajo Daulat Yang Di Pertuan Tuanku Rajo Bagindo, Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu, Wakil Ketua DPRD Solsel, Armensyah Johan, Tuanku Rajo Mudo Sutan Mukhwi Vendra, Ketua KAN Pakan Rabaa, Yendri Indra Putra Dt. Rajo Maname, Muspika Kecamatan KPGD, dan Koordinator BPP Kecamatan KPGD, Raswan, serta Inyiak Batigo, Sandi Urang Gadang, Penghulu, serta para dubalang di kenagarian tersebut.
Kabid Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Aprimas, S. Pd. MM mewakil Kadis Kebudayaan Provinsi Sumbar dalam sambutannya, menyambut baik dan mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat di daerah tersebut yang telah melestarikan kearifan lokal masyarakat Solok Selatan dalam hal kegiatan jelang musim tanam padi secara serentak.
"Upacara adat ini memiliki makna kebersamaan dan kegotongroyongan karena melibatkan seluruh elemen masyarakat dari tokoh adat, tokoh masyarakat, bundo kanduang dan anak kemenakan," jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar untuk tahun ini sudah tiga kegiatan memfasilitasi pelaksanaan Membantai Kabau dan Sapi serta dua kegiatan melewakan Gelar Sako Adat di Solok Selatan, yang merupakan dukungan dari dana Pokok Pikiran Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Mario Syahjohan.
Editor :






