"Namun, jika politisi tidak terlibat aktif di media sosial, maka mereka tidak dapat menyampaikan informasi tentang kebijakan publik kepada anggota masyarakat yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi publik dalam kegiatan politik. Demikian pula, tidak menyikapi dan menyebarluaskan informasi tentang kebijakan publik dengan baik juga dapat mengurangi partisipasi publik dalam kegiatan politik," tambah Prof. M. Fachri Adnan.
Selain itu, Prof. M. Fachri Adnan menjelaskan hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi politik publik sedangkan kebijakan publik tidak berhubungan positif terhadap partisipasi politik publik.
"Penemuan semacam itu berkontribusi pada literatur yang ada yang dapat membantu akademisi melakukan penelitian di masa depan. Penelitian ini juga dapat membantu para politisi untuk menyadari pentingnya media sosial untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan politik," tambah Prof. M. Fachri Adnan.
Prof. Dr. Mawardi, M.Si. adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Kimia. Prof. Mawardi menyampaikan bahwa hasil karakterisasi mineral tanah napa memberikan informasi bahwa mineral tanah napa, adalah kelompok mineral aluminasilikat, terutama berupa mineral kaolinit, pada sebagian lokasi ditemukan mineral, alumina, zeolit dan kuarza.
"Cadangan mineral ini cukup melimpah di daerah Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat umumnya. Mineral aluminasilika merupakan material alam yang bernilai komersial sangat tinggi, karena kegunaanya sangat luas, seperti filler material, coating material, industri keramik, industri karet, industry cat, industri plastic, industri fiberglass, industri semen dan sebagai sumber alumina (Al2O3) dan silika (SiO2)," tambah Prof. Dr. Mawardi.
Kata Prof. Dr. Mawardi, sintesis material aluminosilikat mesopori telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti, baik dengan menggunakan bahan-bahan kimia murni maupun bahan alam dan limbah sebagai sumber alumina dan silicanya.
Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D.Eng. adalah Guru Besar dalam bidang Ilmu Rekayasa dan Mitigasi Gempa. Prof. Rusnardi dalam orasi ilmiahnya menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan mikrotremor, pusat kota Padang dilatarbelakangi oleh kondisi tanah lunak (Vs30<400 m/s). Hasil yang konsisten mengenai kondisi tanah ditemukan berdasarkan pengamatan periode dominan dan survei kuesioner.
"Dalam kedua kasus tersebut, wilayah pesisir ditetapkan memiliki kondisi tanah yang lunak (Vs30<400 m/s), periode predominan yang lebih lama, dan intensitas seismik yang lebih besar. Padang memiliki lapisan aluvial yang tebal di daerah pantai (dengan periode dominan antara 2,0 dan 4,2 detik) yang menipis ke arah pegunungan (dengan periode dominan kurang dari 2,0 detik)," tambah Prof. Rusnardi.
Prof. Rusnardi juga menyampaikan
geologi bawah permukaan juga berubah secara perlahan dari tanah lunak di daerah pantai menjadi kondisi berbatu di pegunungan. Intensitas seismik menurun dari wilayah pesisir (5 ) hingga pegunungan (5-).







