BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan pelatihan tentang pestisida dengan materi "Penggunaan Pestisida Terbatas dan Pembuatan Pestisida Nabati bagi kelompoktani dan Penyuluh Pertanian di Kota Bukittinggi.
Pelatihan dilaksanakan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mandiangin Koto Selayan, Talao, Kamis, (1/12)lalu, dibuka oleh Kadis DPP Bukittjnggi Melwizardi, diwakili Kabid Penyuluhan dan Kelembagaan Sonni Fitri, SPt, MT.
Menurut Kabid Penyuluhan dan Kelembagaan Sonni Fitri, SPt, MT, pelatihan ini sangat penting dilakukan bagi petani, walaupun dalam keseharian para petani telah kerap menggunakan pestisida untuk tanaman, namun masih ada petani yang kurang memahami bagaimana tata cara penggunaan bahan kimia tersebut secara baik dan benar.
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta pelatihan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya mengetahui tatacara penggunaan pestisida secara baik dan benar, harap Sonni Fitri, SPt, MT,
Sementara Ir. Mufli Hayati, MP, Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh selaku narasumber menyatakan, pestisida berasal dari kata pest = Hama dan cide = membunuh, yang berarti pembunuh hama, dimana penggunaan belum bijaksana, sehingga menyebabkan berkembang berbagai jenis hama dan penyakit baru saat ini.
Dalam pelatihan itu, nara sumber memberikan beberapa ramuan pestisida nabati dan praktek langsung pembuatan pestisida nabati untuk mengatasi kutu daun dengan memanfaatkan daun pepaya yang diblender, kemudian ditambahkan air sampai terendam, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram detergen lalu diamkan semalam.
Besoknya saring dengan kain dan aplikasikan ke tanaman dengan pengenceran 1:5 atau 1:10 (1 adalah pestisida nabati dan 5 atau 10 adalah air), jelasnya.
( Yus)
Editor :






