PADANG - Pengusul beasiswa KIP Kuliah dari Sumatera Barat merupakan provinsi pengusul terbanyak dari luar Pulau Jawa. Lebih 50 persen pelamar pada jalur SNMPTN dan SBMPTN di Universitas Negeri Padang adalah pelamar KIP Kuliah.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya ketika membuka Kuliah Umum dengan narasumber Ir. Archandra Thahar, M.Sc., Ph.D., Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara pada Rabu (5/10) bertempat di Auditorium FMIPA Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Artinya calon mahasiswa dari Provinsi Sumatera Barat adalah banyak siswa-siswa pintar yang membutuhkan KIP Kuliah tersebut," tambah Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.
Lebih lanjut kata Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., kita perlu menggali informasi tentang persoalan energi terbarukan dan tantangannya untuk masa Indonesia.
Kegiatan Kuliah Umum ini dihadiri oleh Pimpinan Universitas Negeri Padang, Rektor, Pimpinan MWA, Pimpinan Senat Akademik Universitas, Sekretaris Universitas, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Direktur, Wakil Dekan, Wakil Direktur, Ketua Lembaga, Kepala UPT, dosen dan mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kewirausahaan.
"Dengan mencairnya es di wilayah kutub tersebut akibat naiknya suhu tentunya akan naiknya volume air laut dan sehingga bisa terjadi tenggelamnya daerah di wilayah pantai," jelas Ir. Archandra Thahar, M.Sc., Ph.D.
Lebih lanjut kata Ir. Archandra Thahar, M.Sc., Ph.D., penggunaan gas sebagai energi jauh lebih kecil pencemarannya dibandingkan penggunaan energi BBM dan batubara.
"Kebutuhan minyak sebagai energi masih cenderung naik hingga saat ini. Demikian juga kebutuhan gas juga cenderung naik sehingga Indonesia masih perlu eksplorasi," jelas Ir. Archandra Thahar, M.Sc., Ph.D.
Ir. Archandra Thahar, M.Sc., Ph.D. juga menyampaikan bahwa penggunaan energi surya dan energi angin sangat diperlukan dan diatur secara smart secara bersama-sama dengan penggunaan energi uap dan energi air. (ET)
Editor : Marjeni Rokcalva






