Komitmen itu tidak saja terlihat dari ketaatan masyarakatnya dalam menjalankan ibadah, serta meramaikan masjid-masjid yang ada untuk melaksanakan sholat berjamaah, tapi juga dalam melakukan pembangunan masjid yang megah dan indah.
"Itu saya katakan, sebab Pessel tidak saja memiliki masjid di daratan. Masjid berdiri di dataran rendah itu sudah biasa. Namun yang berdiri di atas bukit sebagai mana saat ini, serta juga di laut (masjid terapung) sebagaimana peletakan batu pertama dilakukan dipenghujung tahun, tidaklah hal biasa," katanya.
Dia berharap sarana ibadah yang berdiri megah sebagaimana diresmikan itu, akan selalu penuh diisi oleh jamaah dalam melaksanakan shalat berjamaah setiap hari.
Ketua Yayasan MKAI, Afrizal mengatakan bahwa masjid yang dibangun melalui sumbangan para donator yang peduli terhadap pendidikan Islam itu, sudah menelan biaya sebesar Rp 2 miliar.
Sedangkan kapasitas tampung masjid yang memiliki dua lantai itu sebanyak 600 orang.
Disampaikanya bahwa pada tahap awal, pihak yayasan akan melakukan penerimaan santri sebanyak 30 orang.
"Saya berharap kehadiran masjid dan Pesantren MKAI ini, bisa menjawab kebutuhan pendidikan bidang keagamaan di Pessel. Sebab pesantren ini nanti akan memilik,"katanya.
(RND)
Editor : Berita Minang






