PAINAN - Kehadiran Masjid Raya Mandeh di Kawasan Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bukan saja bertujuan menjawab kebutuhan ibadah bagi para wisatawan yang berkunjung. Namun juga bertujuan untuk mendukung terwujudnya wisata halal di Pessel.
Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hendrajoni saat meresmikan Masjid Raya Mandeh, bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) Kamis (2/1).
Turut hadir pada acara tersebut, Kapolres Pessel, AKBP Cepi Noval, Dandim 0311 Pessel, Letkol Edwin Dwiguspayana, Ketua MUI Pessel, Asli Sa'an, para kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, ketua Yayasan Meningkatkan Kualitas Anak Indonesia (MKAI), Afrizal.
"Kehadiran Masjid Raya Mandeh yang cukup megah dan lokasinya berada di atas bukit dengan latar pemandangan yang indah ke arah pantai, diyakini akan menambah daya tarik bagi wisatawan datang ke Pessel " ungkapnya.
Dia juga menyampaikan bahwa kawasan Wisata Mandeh yang saat ini sudah dijuluki sebagai Raja Ampat Sumatera, sudah dijadikan pilihan oleh masyarakat untuk dikunjungi.
Dia berharap melalui peresmian masjid yang dimulai pada awal tahun 2020 tersebut, akan menjadi pertanda baik bagi Pessel dalam menata berbagai program pembangunan ke depan.
"Saya katakan demikian, sebab di penghujung tahun 2019 kita juga sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Terapung di Kawasan Pantai Carocok Painan. Ditargetkan pembangunan masjid terapung yang akan menelan biaya sebesar Rp 27 miliar melalui APBD tersebut, tuntas pada November 2020," katanya.
Disampaikan juga bahwa Ustadz Abdul Somad juga telah berjanji akan hadir melakukan peresmian Masjid Terapung Pantai Carocok tersebut nantinya.
UAS dalam tausiyahnya menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah Pessel yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap pembangunan bidang keagamaan.
Editor : Berita Minang






