Untuk Kota Hujan Padang Panjang, lelaki ini populer sekali. Siapa tak kenal dengan sosok Burmani Koto di Kota Padang Panjang. Pria yang memiliki nama Asli Burmani Yoeng Boer tersebut Lahir di Padang, Pada tanggal 13 September 1949. Bahkan pria paruh baya ini sering kali menciptakan lagu-lagu yang sifatnya menghimbau kepada masyarakat tentang pendidikan, budaya, bahkan tentang prestasi kota serta untuk calon kepala daerah yang ingin menyampaikan visi misi nya.
Mengawali karir sebagai Band Bocah : Seraga Band (Sekolah Rakyat Tiga) di Pendopo Palembang PTSI (Perseroan Terbatas Stantvac Indonesia) 1959 Burmani mampu melalang buana di Perairan Nusantara.
Ketertarikan Burmani pada Dunia musik yaitu berawal sejak beliau duduk di kelas 2 Rakjat (Rakyat) yang kalau sekarang kita mengenalnya dengan SD (Sekolah Dasar), ketertarikan Burmani untuk bermain musik pun muncul saat beliau melihat sang Ayah memainkan gitarnya.
Awal karir Burmani dimulai pada tahun 1961 saat beliau mengikuti sang Ayah Pindah tugas ke Bandung yang bertempat di Asrama Kosambi bandung. Dan di dalam tahun itu juga Burmani membentuk sebuah Grup Band di bandung yang diberi nama RBC (Remaja Bhayangkara Grup). Dan pada tahun 1964 beliau pindah ke cirebon dan kembali membuat Grup Band yang diberi nama Batik Cirebon.
Setelah sekian lama merantau akhirnya Rindu Kampung halaman pun datang menghampiri, Tepatnya pada tahun 1965 Burmani memutuskan untuk pulang Kampung ke Sumatera Barat yaitu di Kota Padang Panjang dan melanjutkan Pendidikannya di SMP N 2 Padang Panjang, setelah tamat disana beliau hijrah ke Padang.
Dan tak sampai disitu saja Burmani juga sukses mendapatkan Kontrak kedua. Tepatnya pada tahun 1973 beliau dikontrak oleh Pelni (Pelayaran Nasional) untuk bermain di Kapal Mey Abeto milik PT. Arafat jurusan Teluk Bayur - Tanjung Priok bersama Hani Tuhateru, Oto Ongirwalu, Agus, dan Qulik. Inilah yang pada akhirnya membentuk sebuah Grup Band yang dinamakan Family Join Band Kota Padang.
Selama kurang lebih 2 tahun melakukan perjalanan bersama, tentu sudah banyak suka dan duka yang telah dilalui bersama, tepatnya pada tahun 1975 mereka bubar dikarenakan kebutuhan masing - masing.
Karena darah muda yang masih sangat bergejolak untuk berkarya dan terus berkarya, Setelah bubar Burmani Pun hijrah ke Pekanbaru, Riau dan melanjutkan karir solonya disana.
Tak mau berlama lama di perantauan burmani kembali memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, Tepatnya Pada tahun 1976 beliau kembali ke Padang dan bergabung dengan Grup Band Limax Kota Padang.
Editor :






