SIMALANGGANG - Masjid Al Muttaqin merupakan salah satu rumah ibadah tertua di Simalanggang yang berdiri sejak tahun 1928 sebelum Indonesia merdeka. Saat ini keinginan jemaah memperbaiki dan melajukan pembangunan kubah masjid sebanyak 5 buah, satu kubah utama ditengah-tengah dan empat kubah pendamping
Hal ini disampaikan ketua pengurus masjid Al Muttaqin Balai Rupih Simalanggang, Yazir Rusdi Katib dihadapan rombongan safari ramadan Gubernur Sumbar yang juga didampingi Bupati Limapuluh Kota, Minggu (10/4/2022).
Yazir lebih jauh katakan, Bmberdirinya masjid 1928, sampai saat sudah terjadi perubahan pembangunan sebanyak 7 kali sesuai kondisi perkembangan zaman dan jumlah jemaahnya.
"Awal pembangunan masjid Al Muttaqin berdindingkan tabir bambu dengan, bertiang bambu dan beratapkan ijuk dengan ukuran 7 X 10 X meter dengan daun rumbia sesuai kondisi bahan bangunan yang kala itu," ungkapnya.
Ia tambahkan, 10 tahun kemudian tiang bambu diganti tiang kayu ukuran 7 - 10 meter. Dan tahun 1950 baru bangun dengan permanen ukuran 10 x 14 meter sehingga sampai tahun 2016 ukuran menjadi ukuran 25 x 25 meter seperti kondisi saat ini.
Yazir juga menghimbau dan mengajak jemaah dan masyarakat Simalanggang baik diranah dan dirantau untuk berkontribusi memberikan sadaqah, infak dan sumbangan untuk menyelesaikan pembangunan kubah memperindah masjid Al Muttaqin.
Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan, dengan usia masjid Al Muttaqin sudah cukup lama ini, tentunya telah membawa dampak ajaran Islam akan semakin baik bagi setiap generasinya.
"Kita dengar tadi ungkap ketua pengurus masjid Al Muttaqin yang begitu tahu dan hafal sejarah berdirinya masjid ini. Pertanda kegiatan masjid ini tidak pernah berhenti dalam perjalanan zamannya. Berharap juga generasi kedepan tetap taat beribadah meningkatkan iman dan taqwa," ajak Mahyeldi.
Gubernur juga heran ketika mencek keberadaan peserta pesantren ramadan dimana siswa setingkat SLTA tidak ada hadir dan spontan menyapa kepala Dinas Pendidikan bagaimana program belajar siswa SMA/SMK/MA untuk membuat laporan pelaksanaan ceramah, tarwih dan amalan ibadah lain selama ramadan yang nanti akan diberi nilai oleh guru disekolah.
Editor : Berita Minang






