IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Giliran di Rumah Buruh Tani di Tampuniak Simalanggang, Gubernur Sumbar Singgah Sahur

Gubernur Sumbar Singgah Sahur dan berikan bantuan di rumah buruh tani Tampuniak Simalanggang.
Gubernur Sumbar Singgah Sahur dan berikan bantuan di rumah buruh tani Tampuniak Simalanggang.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

LIMAPULUH KOTA - Adek Marlina, ibu 4 orang anak yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, tak pernah menyangka, Senin (11/4/2022) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, rumahnya yang sederhana di Tampunik, Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, didatangi orang nomor satu di Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi.

Ketika gubernur bersama rombongan singgah sahur tiba dirumahnya, Marlina sedang menyiapkan nasi untuk persiapan sahur dirinya bersama tiga orang buah hatinya, Khairil Aziz (15), Salsa (13) dan Shayla (9). Sedangkan anak bungsunya Hasyifa masih usia balita.

Suaminya, Khairunnas sedang tidak ada dirumah karena bekerja sebagai security sebuah kantor pemerintah di Bangkinang.

"Pulangnya sekali sebulan pak, kadang sekali tiga bulan. Suami disana juga menambah penghasilan dengan ngojek," kata Marlina, saat ditanya gubernur.

Gubernur menyampaikan maaf kalau mengejutkan Marlina sekeluarga karena datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Saya mohon maaf pagi-pagi ini menganggu. Kita memang sengaja tidak memberi tahu terlebih dahulu, supaya tidak ramai," kata Buya Mahyeldi, yang hadir bersama sejumlah Kepala OPD Provinsi Sumbar dan Wali Nagari Simalanggang.

Berdasarkan penuturannya, Marlina juga membantu pendapatan keluarga dengan menjadi buruh tani di sawah atau kebun milik orang lain dengan upah Rp50 ribu perhari. Kerjanya tidak setiap hari, tergantung permintaan pemilik sawah atau kebun. Meski hidup pas-pasan, namun Marlina bersyukur ketiga anaknya berprestasi di sekolah menjadi juara kelas.

Supardi, mamak dari Marlina yang ikut hadir setelah mengetahui ada gubernur datang menyampaikan rasa syukur anak-anak kemenakannya diberi anugerah kepintaran di sekolah namun diakui ke depan akan sulit untuk melanjutkan kesekolah yang tinggi karena hambatan biaya.

Dua dari tiga anak yakni Aziz dan Salsa ketika ditanya cita-citanya nanti mau jadi apa, keduanya menjawab ingin menjadi dokter.

Buya Mahyeldi pun tampak senang melihat semangat anak-anak Marlina yang bercita-cita tinggi meski hidup sederhana di rumah yang kecil dan sempit dengan kondisi kayu dinding lapuk dan atap bocor ketika hujan.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH