IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Cegah Banjir, Warga Padang Panjang Diminta Tidak Memperkecil dan Menutup Drainase

Petugas saat tengah membersihkan drainase.
Petugas saat tengah membersihkan drainase.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Selain intensitas hujan yang deras, banjir yang melanda sejumlah lokasi di Padang Panjang pada Jumat (25/2) lalu, ditengarai oleh banyak hal. Salah satunya adanya drainase yang diperkecil dimensinya sehingga tidak mampu menampung debit air yang membesar.

"Ini terjadi karena intensitas volume hujan cukup tinggi, ditambah lagi dengan menyusutnya lahan serapan air akibat bangunan baru. Sehingga drainase yang ada, tidak bisa menampung air yang datang. Bahkan ada, dimensi drainase telah diperkecil untuk kebutuhan bangunan penduduk, tempat usaha, dan tempat ibadah. Ada pula ditemukan drainase yang ditutup habis. Sehingga air tidak bisa masuk dan berakibat air mencari jalan keluar dari saluran," ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Padang Panjang, Alvi Sena, M.T., Ahad (27/2).

Selain itu, tambah Alvi, tim yang bertugas juga menemukan berbagai jenis sampah yang dibuang ke saluran air. Sehingga menyumbat saluran drainase.

"Sampah yang kita temukan ini tidak sedikit. Sudah terlalu banyak di dalam drainase. Padahal kami setiap bulannya rutin membersihkan drainase ini. Namun masih ada juga orang-orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke dalamnya," katanya.

Dikatakan lagi, tim membersihkan drainase bukan hanya karena setelah banjir saja, melainkan secara rutin.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Pembersihan drainase untuk satu saluran itu, butuh waktu lama membersihkannya. Contoh saluran bancah, 12 hari menuntaskan. Tapi penuh oleh sampah, sebentar saja. Dalam 2-3 hari kembali penuh," tukasnya.

Alvi mengimbau agar hal ini tidak terjadi lagi. Warga diminta mencintai lingkungan dengan cara tidak mengubah bentuk dan fungsi saluran. Tidak membuang sampah sembarangan. Serta mengusahakan membuat lubang biopori di halaman rumah, sehingga air bisa terserap ke dalam tanah.

"Selanjutnya, budayakanlah gotong royong lingkungan, agar lingkungan kita selalu bersih dan senantiasa sehat. Jika ini kita lakukan, insyaa Allah tidak akan banjir lagi Kota Padang Panjang ini," tutupnya. (cigus/Lex)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH