PADANG PANJANG - Isra Mi'raj ialah peristiwa perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad S.A.W. Ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa itu Nabi mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu.
Hal inilah yang menjadi tema tausiyah yang disampaikan Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P Datuak Marajo pada Shubuh Mubaroqah, Ahad (20/2) di Masjid Nurul Amri, Balai-Balai, Padang Panjang Barat.
Mahyeldi mengatakan, banyak pelajaran dari peristiwa Isra' Mi'raj yang sangat relevan diambil dalam kehidupan. Salah-satunya dalam hal menyelesaikan masalah yang sedang dijalani.
"Isra' Mi'raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Al Aqsa, dari masjid ke masjid. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk menyelesaikan masalah, salah satunya ayo kembali ke masjid, kembali ke Islam. Karena saat kita pergi ke masjid dan menjalankan ibadah, kita akan mendapatkan perasaan yang tenang," ujarnya.
Dikatakannya, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan hati dan perasaan yang tenang. Maka ke masjidlah dan kembali ke Islam yang bisa membuat hati manusia tenang dan senang.
Selain itu, sebutnya, pelajaran lain dari peristiwa Isra' Mi'raj ialah berdialog dengan Allah SWT. Memperkuat hubungan dengan Allah, salah satunya dengan shalat.
"Nabi pernah ditanya oleh sahabat. Ya Rasulullah, engkau sudah pernah berdialog dengan Allah, bagaimana dengan kami. Nabi menjawab shalat malam, bertahujudlah, memohon kepada Allah. Saat itulah engkau berdialog dengan Allah," jelasnya.
Pelajaran terakhir yang bisa diambil, katanya lagi, yaitu persatuan dan kesatuan. Yang mana pada perjalanannya, Nabi selalu membangun komunikasi dan solidaritas dengan para nabi-nabi dan umat lainnya.
"Untuk mengatasi masalah yang berat, kuncinya persatuan, kekompakan, kebersamaan. Dan pada saat ini, masalah kesehatan yang saat ini sedang kita hadapi, tidak akan bisa selesai kalau kita tidak kompak," tegasnya.
Editor :






