SAWAHLUNTO-DinasKebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Kota Sawahlunto mulai melakukan kegiatan museum keliling sebagai salahsatu program dengan konsep publik museum dengan tujuan dapat mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar agar lebih mencintai museum sebagai pusat informasi kebudayaan dan sejarah.
Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan PermuseumanRahmad Gino Sea Games kepada beritaminang.com tadi siang (18/2/2022) mengemukakan, kegiatan museum keliling yang dilakukannya merupakan salah satu program publik museum yang diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat khususnya kalangan pelajar agar lebih mencintai museum sebagai pusat informasi kebudayaan dan sejarah.
Diutarakannya,Museum Keliling merupakan kegiatan yang sudah rutin dilakukan Dinas DKP2B Kota Sawahlunto untuk mengajak para siswa mengenal kebudayaan melalui museum sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
Program ini dilakukan setiap tahun. Untuk tahun 2022 ini dimulai sejak 14 Februari lalu dari berbagai sekolah didalam dan luar Kota Sawahlunto, seperti yang dilakukan hari ini di SMP 1 Sijunjung. Dari kegiatan yang digelar, keingintahuan pelajar cukup tinggi tentang museum, khususnya tentang keberadan museum-museum yang ada di Kota Sawahlunto yang mengkoleksi berbagai benda peninggalan bersejarah
"Sasaran kami adalah kalangan siswa SLTA dan SLTP yang ada diberbagai kabupaten/kota di Sumatera barat. Mereka kami suguhi beragam informasi tentang koleksi berbagai museum yang ada di Kota Sawahlunto diantaranya Museum Goedang Ransoem, Museum Kereta Api, Museum Tambang, dan lainnya." Ungkap Gino.
Kepala Dinas DKP2B Hilmed berharap, dengan kegiatan yang digelarnya akan memacu semangat para pelajar untuk mencintai museum sebagai media yang mampu memberikan ilmu pengetahuan tentang teknologi, kebudayaan, dan sejarah khususnya tambang Ombilin dengan rangkaian infrastruktur transportasinya yang telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia.
"Kami akan terus keliling Sumatera Barat untuk mengedukasi para pelajar keberbagai sekolah, agar mereka dekat dan cinta museum. Dalam hal ini kami memperkenalkan dan promosikan museum yang ada di Sawahunto sebagai destinasi wisata." Pungkas Hilmed. Iyos.
Editor :






