IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Luar Biasa, Sawahlunto Tunjukan Prestasi Kemiskinan Terendah Di Indonesia

Suasana disebuah pojok kota Sawahlunto yang mendapat apresiasi sebagai kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia. Foto : Iyos
Suasana disebuah pojok kota Sawahlunto yang mendapat apresiasi sebagai kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia. Foto : Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA
SAWAHLUNTO- Diam-diam, diujung tahun 2021 Kota Sawahlunto mencatatkan keberhasilan meraih apresiasi sebagai kota dengan angka kemiskinan terendah 2,38 persen dibanding dari daerah lain di Indonesia. Predikat itu menakjubkan sebagaimana dirilis Humas pemerintah setempat setelah mendapatkan informasi dari sumber Badan Pusat Statistik (BPS) nasional.


Hal itu diungkapkan Walikota Deri Asta seperti dikutip Humas Pemko, Rabu (13/12/12). Disebutkan, ditengah kondisi krisis terkena hantaman pandemi COVID-19, Kota Sawahlunto ternyata mampu keluar sebagai peringkat pertama kemiskinan terendah di Indonesia seperti data yang dikeluarkan BPS dengan tingkat kemiskinan tahun 2021 hanya diangka 2,38 persen.

"Meski persentasenya tidak seperti tahun 2020 yang hanya 2,16 persen, tapi tingkat pertumbuhan angka kemiskinan justru terkendali, sehingga menempatkan Kota Sawahlunto dengan penduduk miskin terendah secara nasional di penghujung 2021 ini ," kata Walikota, Deri Asta, dikutip Humas.


Dalam perspektif pendataan BPS tahun ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sawahlunto juga menunjukan hasil memuaskan, yakni mencapai 72,88 persen atau naik dari 2020 yang hanya sebesar 72,64 persen. Semua itu merupakan gambaran dari Angka Harapan Hidup (AHH), rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Kemudian disandingkan dengan angka tingkat pengangguran yang juga menurun dari 8,2 persen tahun 2020 menjadi 6,38 persen di 2021.

Namun tidak dijelaskan secara rinci data pembanding sehingga Sawahlunto memperoleh predikat dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia. Apakah kemiskinan yang dimaksud bisa ditekan dari adanya peningkatan ekonomi berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, peternakan ,jasa, dan lainnya. Atau dari sisi mana kemiskinan itu dapat berkurang berdasarkan perolehan data BPS dilapangan.


Namun, seperti disampaikan Deri Asta, pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat di semua kota dan kabupaten di Indonesia, begitu pula yang dihadapi KotabSawahlunto. Usaha pendapatan yang menurun berdampak terhadap pengeluaran warga dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka setiap bulan, hasilnya tergambar dari pendataan yang dilakukan BPS tersebut.

Yang pasti, data BPS itu diperoleh berdasarkan kinerja Pemerintahan "Deras" Deria Asta - Zohirin Sayuti, selaku kepala daerah yang konsen terhadap pengurangan angka kemiskinan melalui berbagai program ekonominya disektor riil ekonomi kerakyatan yang diimplementasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan DPRD sehingga berdampak terjadinya pengurangan angka kemiskinan yang terkendali. Iyos

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH