PAINAN - Banjir menerjang seluruh kecamatan (15 kecamatan) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Banjir terjadi akibat curang hujan yang tidak berhenti dari semalam hingga Jumat siang (17/12/2021). Kawasan terdampak parah berada di paling selatan, yakni Kecamatan Tapan dan Silaut.
Kasi Kedaruratan BPBD Pesisir Selatan, Budi mengatakan, banjir melanda hampir seluruh wilayah di 15 kecamatan. Namun, banjir terparah terjadi di Kecamatan Silaut, Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan.
"Hujan masih deras dan belum juga berhenti sampai siang ini. Rata-rata, dari 15 kecamatan yang ada di Pessel terjadi banjir. Cuma terparah itu di wilayah Silaut dan Tapan. Kini kita sedang dijalan menuju lokasi untuk mengevakuasi warga," katanya sebagaimana dilansir Covesia.com, Jumat (17/12/2021).
Menurutnya, di Kecamatan Lunang, terdapat dua nagari yang dilanda musibah banjir, yaitu di Nagari Sungai Sariek dan Nagari Sungai Pulai.
"Informasinya dari tim yang berada di sana jalan utama Trans Silaut di Sungai Sariek tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda dua dan empat," ucapnya.
"Untuk data lengkapnya nanti sore kita sampaikan. Kita masih menuju lokasi, dan kita lakukan dulu upaya evakuasi di titik terparah di Silaut. Nanti kita sampaikan lagi," ujarnya.
"Kita mengimbau warga untuk tetap waspada. Terutama, warga yang berada di wilayah rawan seperti banjir, longsor dan kayu tumbang yang disebabkan tingginya curah hujan yang melanda seluruh wilayah Pesisir Selatan," tutupnya.
Dari Kecamatan Lengayang, juga dilaporkan banjir melanda kawasan di Mudiak Kambang dengan meluapnya Batang Kambang dan anak-anak sungainya. Lahan sawah dan rumah penduduk banyak terendam banjir. Belum ada data lengkap dari kejadian ini.
(Rul/Je/Jen) Editor : Berita Minang






