IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dirjen Dikti pada Pra-Munas ISPI VIII: Menjadi Warga Dunia yang Tidak Tercerabut dari Budaya

Dirjen Dikti pada Pra-Munas ISPI VIII: Menjadi Warga Dunia yang Tidak Tercerabut dari Budaya.
Dirjen Dikti pada Pra-Munas ISPI VIII: Menjadi Warga Dunia yang Tidak Tercerabut dari Budaya.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - ISPI diharapkan dapat berperan serta dalam pelaksanaan asesmen nasional untuk proses pembelajaran dan pendidikan yang mengutamakan kebahagiaan peserta didik dan percaya diri dalam mengikuti pendidikan di sekolah sehingga anak-anak Indonesia menjadi warga dunia yang tidak tercerabut dari budayanya.

Demikian disampaikan oleh Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. dalam sambutannya ketika membuka Seminar Nasional Pendidikan Pra-Munas ISPI VIII pada Sabtu (11/12) yang berlangsung secara daring dan secara luring bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.

Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. menyampaikan bahwa informasi datang dari berbagai sudut di dunia tanpa bisa dibendung dan berlangsung setiap menit bahkan 8 jam sehari atau sepertiga hidup kita berinteraksi dengan Internet.

"Artinya generasi millenial sekarang adalah generasi digital. Kita tidak boleh alergi dengan teknologi digital dan kemajuan negara lain, serta praktik baik dari negara lain, namun kita tidak boleh tercerabut dari budaya kita sendiri," jelas Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng.

Lebih lanjut kata Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., asesmen nasional perlu untuk memantau pelaksanaan pendidikan baik yang terjadi di dalam kelas tetapi juga hal yang terjadi di lingkungan sekolah karena hal itu perlu dan penting dalam pembelajaran.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kecerdasan buatan dan teknologi informasi dan digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu perlu reposisi dan rekonstruksi untuk pengembangan tenaga kependidikan masa depan.

"Untuk desain pembangunan pendidikan nasional, ISPI melalui seminar nasional Pendidikan Pra-Munas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan masukan dari para pakar dan praktisi pendidikan untuk peta jalan Pendidikan Nasional khususnya dalam menghasilkan tenaga guru masa depan," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.

Ketua Umum ISPI, Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., yang hadir secara daring menyampaikan bahwa penyelenggaraan sistem pendidikan nasional harus bertolak dan dalam koridor pembukaan dan isi Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

"Untuk itu kita perlu mengkaji kandungan isi pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 untuk harus dimaknai sebagai jalan pendidikan nasional untuk membangun pendidikan nasional dalam rangka menghasilkan manusia ideal Indonesia," tambah Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.

Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa pada Seminar Nasional Pendidikan Pra-Munas ISPI VIII tahun 2021 ini dilaksanakan 2 sesi pleno dan Diskusi Kelompok Terpumpun.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH