IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

KAN Hadirkan Mak Katik Jadi Nara Sumber Penguatan Kapasitas Pemangku Adat Nagari Kacang

Wakil Ketua KAN Kacang H.Suharmen Dt. Sutan Ma'lam dan Walinagari Andrian Dt. Rajo Batuah dalam rapat persiapan kegiatan penguatan kapasitas penghulu dan pemangkunya, Sabtu,(4/12/21) Foto : Iyos
Wakil Ketua KAN Kacang H.Suharmen Dt. Sutan Ma'lam dan Walinagari Andrian Dt. Rajo Batuah dalam rapat persiapan kegiatan penguatan kapasitas penghulu dan pemangkunya, Sabtu,(4/12/21) Foto : Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA
SOLOK,KACANG- Semangat memahami kembali peran dan fungsi seorang penghulu dengan perangkatnya seperti manti, pandito dan dubalang, mulai muncul lagi, ditengah tergerusnya nilai adat dan istiadat dalam kehidupan sosial masyarakat kaum di Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akibat pengaruh budaya asing dan teknologi informasi tanpa batas.


Berkaca dari kondisi sosiologis saat ini, peran tokoh adat yang seharusnya mampu menuntun kaum payung suku dan anak kemanakannya kejalan yang baik sesuai filosofi adat Minangkabau Adat Basandi Sara' Sara' Basandi Kitabullah terlihat semakin menipis. Untuk mengembalikan nilai-nilai keprihatinan itu, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kacang difasilitasi Pemerintah Nagari Kacang akan menggelar program penguatan kapasitas pemangku adat dengan mengundang nara sumber yang tak asing Mak Katik, lengkapnya Musra Dahrijal Katik Rajo Mangkuto, Ahad, 12 Desember 2021 mendatang.


Wakil Ketua KAN Kacang Drs H.Suharmen Dt.Sutan Ma'lam, didampingi Sekretaris KAN M.Irsyad Dt.Panghulu Batuah, bersama Walinagari Andrian Dt.Rajo Batuah mengemukakan hasrat mereka tentang kegiatan penguatan kapasitas pemangku adat di Nagari Kacang tersebut sebagai bentuk mengembalikan marwah penghulu dan perangkatnya dimata kaum,anak kemenakan, dan lingkungan sosial masyarakat.


Dikatakan Suharmen, gezah dan semangat anggota KAN Kacang kembali muncul, setelah sinergitas tigo tungku sajarangan bertaut untuk memikirkan bagaimana Nagari Kacang mampu menjemput ketertinggalannya dibidang adat istiadat salingka nagari di Minangkabau. Apalagi, sebut dia, perhatian Walinagari Andrian Dt.Rajo Batuah terhadap masalah adat cukup diapresiasi dengan terbuktinya beliau menganggarkan dana kegiatan untuk masalah pelestarian nilai-nilai adat sekitar Rp 20 juta. Meski dana itu jauh dari cukup, tapi perhatiannya tentang masalah adat ini patut dihargai.


Rencananya, lanjutnya, kegiatan diskusi interaktif tentang adat tersebut lebih mengulas tentang fungsi penghulu adat, kemudian tentang harta pusaka tinggi dan pusaka rendah, tentang tanah Ulayat, serta adat sabatang panjang dan salingka nagari. Materi ini akan disampaikan nara sumber dalam skema dialogis interaktif yang rencananya akan diikuti sekitar 76 peserta terdiri dari penghulu dan seluruh perangkatnya, serta peserta lain yang diundang panitia.


Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH