IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Minta Dukungan Kemenhan untuk Kelanjutan Monumen Bela Negara

Gubernur Mahyeldi saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Dadang Hendrayudha.
Gubernur Mahyeldi saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Dadang Hendrayudha.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta dukungan dari Kementerian Pertahanan RI untuk kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota sebagai pengingat peristiwa sejarah PDRI.

"Peletakan batu pertama Monumen Bela Negara dilakukan pada 2012, namun sampai sekarang belum tuntas. Kami berharap dukungan dari Kememhan untuk kelanjutan pembangunannya," katanya saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Dadang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan Jumat (05/11/2021).

Monumen itu adalah pengingat peristiwa sejarah saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi penyambung nafas kedaulatan bangsa saat Agresi Belanda II

Ketika itu Desember 1948, Belanda dengan cepat menguasai Yogyakarta melalui agresi II. Pemimpin Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap bersama sejumlah tokoh seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo.

Namun Presiden Soekarno masih sempat memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatera Barat guna mempertahankan kedaulatan RI.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Tanpa PDRI, Indonesia belum tentu sampai pada kondisi seperti saat ini karena itu Monumen Bela Negara memiliki arti penting sebagai pengingat perjuangan tersebut.

Mahyeldi mengatakan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Hari Bela Negara ke-73 pada 19 Desember 2021 akan diisi dengan berbagai acara antara lain Tour de PDRI, seminar, FGD, bakaba Bela Negara, Napak tilas, dan lain-lain yang dapat menciptakan semangat Bela Negara khususnya di kalangan pelajar dan milenial.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mengatakan pembangunan monumen tidak hanya berperan guna pengingat sejarah tetapi juga dalam pengembangan kawasan segi tiga emas yang menghubungkan tiga Kabupaten yang berdekatan dengan lokasi Monumen Bela Negara, yaitu Kabupaten Agam, Pasaman, dan Limapuluhkota.

Ia menyebut tiga Kepala Daerah telah menanda tangani MOU untuk pengembangan pariwisata, pendidikan, Koperasi dan UMKM, serta sektor lain yang akan memicu pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dengan sumbunya terpusat di lokasi monumen.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Pothan Mayjen Dadang Hendrayudha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Bupati dalam upaya menumbuhkan semangat Bela Negara, rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, dan semangat rela berkorban.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH