PAYAKUMBUH - Vaksinasi Sapu Jagat yang gencar dilaksanakan oleh Wali Kota Riza Falepi disambut dengan baik oleh warga SMPN 9 Payakumbuh. Angka vaksinasi di sekolah ini sudah mencapai 82 persen, tinggal beberapa orang siswa saja yang bakal ikut divaksin.
Program vaksinasi sudah 4 kali diikuti oleh SMPN 9 Payakumbuh, 2 kali di dinas pendidikan dan 2 kali di sekolah dengan jenis vaksin Sinovac. Terpantau pada Rabu (27/10), digelar lagi vaksinasi ke 5 kali yang dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh dengan vaksinator klinik Polres Payakumbuh dan jenis vaksin Pfizer.
Kepala SMPN 9 Payakumbuh Syafrida didampingi Wakil Kurikulum Midarlen saat ditemui media menyampaikan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolahnya hampir 100 persen divaksin. Dari total 45 orang, 43 orang sudah divaksin, sedangkan untuk 1 orang sedang hamil berat dan 1 lagi baru habis melahirkan.
Dipaparkan Syafrida, siswanya berjumlah 556 orang, yang sudah divaksin sekitar 460 siswa, sisanya masih sedang menjalani vaksinasi, lalu ada pula siswa yang masih di bawah umur 12 tahun sebanyak 3 orang, di kelas 7, jadi mereka belum diperkenankan divaksin.
"Kami juga memiliki siswa yang tidak dapat ikut vaksinasi karena faktor kesehatan, ini sudah kami konsolidasikan dengan pihak wali murid. Bahkan, sudah ada beberapa siswa yang menerima dosis kedua, karena mereka mengikuti vaksinasi di luar sekolah," kata Syafrida.
"Yang bisa divaksin pada hari pelaksanaan di awal Oktober adalah 180 siswa, sisanya ditunda karena terkait masalah faktor kesehatan," tukuk Syafrida.
Dijelaskannya, vaksinasi dosis kedua untuk siswa tercinta diprediksi bakal dilaksanakan pada minggu kedua bulan November. Bagi yang belum ikut vaksin, pihak sekolah terus melakukan pendekatan persuasif kepada wali dan orang tua siswa.
"Umumnya alasan mereka belum mengizinkan anak divaksin adalah masalah kesehatan anak, anak-anak takut disuntik, bahkan ada orang tua yang masih belum sadar akan pentingnya vaksin, mungkin termakan hoax yang beredar di media-media sosial," ungkapnya.
Target Syafrida, bagi siswa berusia 12 tahun keatas adalah seluruhnya 100 persen divaksin agar sekolah tatap muka bisa dilaksanakan tanpa khawatir anak terpapar Covid-19. Sehingga, mutu pendidikan dapat kembali ditingkatkan, belajar daring saja sulit menjamin lancarnya keseriusan siswa dalam belajar, bahkan guru sendiri sudah ingin agar sekolah tatap muka dilaksanakan kembali.
Editor : Berita Minang






