PADANG PANJANG - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur. Sumbar adakan tradisi Malamang dengan membakar lamang talang dan tapai hitam, Selasa (19/10).
Dijelaskan warga setempat, Asnida, lamang adalah penganan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi beras ketan itu dicampur santan kelapa, garam, bawang putih secukupnya, asam, buah kemiri sesuai takaran.
"Kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu, lalu dibakar sampai matang. Untuk lamanya Lamang bisa matang dengan sempurna, dibutuhkan kurang lebih empat jam," jelasnya.
Selain Malamang, rangkaian kegiatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan kegiatan tabligh akbar dan lomba keagamaan. Kegiatan ini ditutup dengan "Basuluah Kaliliang Kampuang" yang diiringi shalawat bersama pada Rabu (20/10) malam.
Yanita Fitri Syam, Ketua Pokja 1 PKK Koto Katik berharap, dengan adanya tradisi ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi Baka Lamang.
"Dengan adanya kegiatan Malamang ini kami berharap dapat menjalin silaturahmi antarwarga Koto Katik untuk selalu kompak dan bekerja sama. Serta menjadikan momen ini agar masyarakat meneladani Baginda Rasul Muhammad SAW dan juga hari besar Islam lainnya," ucapnya. (ronaldo/altha/niko/lex)
Editor :






