BUKITTINGGI - Sembilan pengrajin/pelaku usaha kerajinan mitra binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bukittinggi, mengikuti kegiatan identifikasi calon peserta Temu Bisnis ke Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (07/09/2021).
Identifikasi terhadap calon peserta temu bisnis tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Ketua Dekranasda Kota Bukittinggi, Ny. Nurna Eva Karmila Marfendi beserta pengurus Dekranasda Kota Bukittinggi menyambut langsung kedatangan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Ny. Hj. Harneli Mahyeldi, yang juga didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Nazwir,dan rombongan, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Belakang Balok.
Ny. Nurna Eva Karmila Marfendi dalam sambutannya harapkan kesembilan produk dari pengrajin/pelaku usaha kerajinan di Kota Bukittinggi tersebut dapat memenuhi kualifikasi untuk menjadi peserta temu bisnis ke Kota Pekanbaru, Riau, yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sumbar dan Dekranasda Provinsi Sumbar.
Lebih lanjut Ny. Nurna Eva Marfendi mengatakan, Pemko Bukittinggi memberikan komitmen penuh terhadap upaya pengembangan kerajinan daerah Bukittinggi.
Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Hj. Harneli Mahyeldi menjelaskan, Bukittinggi telah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil produk-produk kerajinan di Sumatera Barat.
Untuk itu, Ia berharap produk-produk kerajinan dari Bukittinggi semakin dikenal luas, tidak saja di Nusantara, namun hingga mancanegara, harapnya.
Lebih lanjut, Ny. Harneli Mahyeldi mengatakan, tidak memungkiri, omset para pengrajin ataupun pelaku usaha kerajinan selama pandemi Covid 19 mengalami penurunan karena masyarakat lebih mengutamakan pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan pokok.
Namun, Ia optimis, dengan sinergitas yang terjalin antara pihak-pihak terkait, situasi tersebut dapat dilalui. Ia juga menambahkan, terhimpunnya para pengrajin/pelaku usaha kerajinan dalam wadah koperasi di kabupaten/kota di Sumatera Barat merupakan salah satu upaya penguatan yang bisa dilakukan bagi industri kerajinan itu sendiri, disamping juga akan memudahkan pembinaan oleh dinas terkait di Pemerintah Provinsi.
Editor :






