Tak hanya itu sampai disitu, CR7 berhasil membawa Juventus meraih gelar Piala Super Italia pada 2018/2019 dan 2019/2020 selama dua kali. Kemudian satu kali memenangkan gelar juara Coppa Italia pada musim 2020/2021. Sang pemain berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak pada musim 2020/2021 dengan torehan sebanyak 29 gol. Merasa puas bermain di Italia, akhirnya sang bintang memilih kembali pulang untuk bermain bersama MU musim 2021/2022 ini.
Dari segudang prestasi yang ditorehkan sang bintang. CR7 adalah idola lapangan hijau yang cukup langka diantara banyak pemain. Selain hebat dalam menggocek si kulit bundar, ia juga dicintai banyak orang diseluruh dunia. Sebagai seorang penggemar sepak bola, ada sisi unik dan perlu ditiru dari sang pemain, diantaranya :
Pertama, CR7 Punya Cita-Cita yang tinggi. Pada usia 12 tahun, ia rela meninggalkan kampung halamannya, Funchal (Madeira) untuk hengkang ke ibu kota Portugal, Lisbon, demi menggapai cita-cita, yakni menjadi pesepakbola profesional. Ronaldo bergabung bersama salah satu akademi tim sepakbola ternama Portugal, Sporting Lisbon.
Selama di tim junior Sporting Lisbon, Ronaldo tidak menjalani segalanya secara mudah. Ketika membela tim junior Sporting Lisbon, Ronaldo sering mendapat bully-an dari rekan-rekannya. Perlakuan itu didapat karena logat bicara sang pemain masih kental dengan kampung halamannya, berbeda dengan pemain-pemain junior Sporting Lisbon lainnya yang berasal dari kota-kota besar.
Hal itu sempat membuat Ronaldo tidak betah dan meminta kepada sang ibu, Maria Dolores, untuk membawanya kembali ke kampung. Hanya saja setelah mendapat nasihat dari sang ibu, Ronaldo mau bertahan dan bahkan menantang rekan-rekannya kala itu. Dalam Autobiografinya, Ronaldo pernah berjanji dalam dirinya, suatu hari nanti saya akan menjadi pemain terbaik di dunia dan saya akan memiliki banyak Ferrari.
Kedua, Kerja keras dan fokus
Darren Fletcher, senior CR7 di MU menceritakan bagaimana sang calon bintang dulunya sempat frustrasi saat awal kedatangannya di Old Trafford. Namun kerja keras sang bintang membawanya menjadi pemain terbaik di dunia. Akan tetapi, Fletcher mengaku tidak terkejut melihat keberhasilan Ronaldo setelah menjadi saksi karena pernah bermain bersama di Old Trafford.
Ronaldo juga tekun belajar bahasa Inggris, ketika baru berusia 18 tahun setiap hari. Ronaldo juga rutin memakai beban di pergelan kaki untuk latihan, jadi di pertandingan ia merasa lebih tajam saat melepas beban tersebut.
Ketiga, Dermawan dan ramah. Dikutip dari idntimes.com, CR7 ternyata juga memiliki sifat yang dermawan dan juga ramah. Dalam sebuah wawancara dengan ITV, bintang Portugal itu mengenang kembali hari-harinya sebagai anak muda yang masih miskin di Portugal. Ia pernah mendapatkan makanan gratis dari McDonald dekat tempat latihannya di Sporting CP dari warga disana.
Editor : Berita Minang






