PAINAN -- Kabar kemunculan buaya di kawasan laut Pantai Carocok Painan, menjadi perbincangan hangat. Untuk mengobservasi keberadaan seekor buaya di perairan objek wisata Pantai Carocok Painan, Resort Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Kabupaten Pesisir Selatan kerahkan enam personel.
"Kami mengerahkan enam personel, mereka melakukan observasi di sejumlah titik sejak Selasa (13/8) hingga saat ini," kata Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Pesisir Selatan, Bilmar, Rabu (21/8).
Ia mengemukakan observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini terkait keberadaan buaya dan selanjutnya dijadikan landasan dalam mengambil keputusan.
"Dalam situasi ini kami tidak serta merta melakukan penangkapan, terkecuali jika terjadi konflik antara buaya dengan masyarakat," katanya lagi.
Ia memperkirakan buaya akan segera meninggalkan perairan Carocok Painan karena pihaknya meyakini lokasi tersebut bukanlah habitatnya.
Pihaknya juga meyakini buaya tersebut sedang proses bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya yang dinilai lebih cocok.
"Buaya merupakan salah satu reptil yang memiliki kemampuan berenang yang buruk, karena bermigrasi melewati laut si buaya sepertinya memanfaatkan arus laut untuk berpindah dan karena berbagai hal akhirnya terdampar di perairan Carocok Painan," imbuhnya sebagaimana dilansir prokabar.com.
Jika arus dinilai layak untuk melanjutkan migrasi sesuai instingnya, maka buaya akan segera meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Yohendro Nasti menyebutkan keberadaan buaya di perairan objek wisata itu cukup meresahkan wisatawan.
Editor :






