LIMA PULUH KOTA - Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akan melaksanakan pelelangan 30 ekor induk sapi yang sudah afkir. Pelelangan masih menunggu aturan dan perizinan dari KPL2N (Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara.
Rencana pelelangan 30 ekor sapi afkir itu disampaikan Kasubbag TU/Sekretaris BPTU HPT Padang Mengatas, drh. Indahwati, MP, beberapa waktu yang lalu di kantornya. "Masih proses. Sedang menunggu izin dari KP2LN," sebut Indahwati kepada Beritaminang.com.
Dijelaskan Indahwati, sapi afkir yang akan dilelang itu sudah berusia 12 tahun atau telah melahirkan anak sebanyak enam kali. Ini adalah pelelangan kali pertama yang diketahui oleh Indahwati.
"Saya sudah 20 tahun bertugas di sini (BPTU Padang Mengatas-red), belum pernah ada pelelangan. Jadi ini adalah pelelangan kali pertama, sesuai dengan aturan pemerintah. Biasanya dijual langsung oleh BPTU tanpa melalui proses pelelangan," katanya menegaskan.
BPTU-HPT Padang Mengatas selama ini terus memberikan sumbangsih bagi penyediaan bibit unggul ternak sapi kebutuhan nasional. BPTU HPT Padang Mengatas yang pernah dikunjungi Presiden RI Jokowi mampu memproduksi 400 ekor bibit sapi dalam setahun.
Sapi pesisir adalah jenis sapi asli Sumatera Barat yang telah berkembang jauh sebelum masuknya rumpun-rumpun sapi yang dikenal saat ini. Sapi pesisir sistem reproduksinya sangat bagus, sehingga lebih cepat dan mudah dikembangbiakan. Tahan terhadap kutu dan caplak. Sapi pesisir juga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan terbatas. Berikutnya, dalam hal pemasaran sapi pesisir sangat diminati dan laris untuk hewan kurban.
Rata-rata sapi pesisir memiliki berat badan sekitar 200 kg. Sedangkan sapi limousin sekitar 1.000 kg atau 1 ton. Demikian pula dengan sapi jenis simmental juga memiliki berat yang sama dengan sapi limousin, yakni 1 ton.
Jumlah sapi yang ada di BPTU HPT Padang Mengatas sekarang sebanyak 1.300 ekor. Sedangkan luas hamparan rumput pakan ternak di balai pembibitan tersebut 268 hektar. Total luas lahan 280 hektar. 12 hektar dipakai untuk kandang, perkantoran dan lainnya. Dari 5 UPT PBTU se-Indonesia, BPTU HPT Padang Mengatas adalah yang terluas dan yang terbaik.
Balai pembibitan ini telah ada sejak tahun 1916. Didirikan pertama kali oleh pemerintah Belanda dan mengalami pasang surat hingga di awal masa kemerdekaan. Pada tahun 1950 oleh Wakil Presiden Bung Hatta, Balai Pembibitan ini sempat dipugar kembali dan tahun 1951 - 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dengan nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas. Pada tahun 1955 ITT Padang Mengatas merupakan stasiun peternakan yang terbesar di Asia Tenggara. Ketika itu ternak yang dipelihara, kuda, sapi, kambing dan ayam.
Editor :






