IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bupati Pessel Optimis Indeks Pembangunan Manusia Pessel Bisa Meningkat

Bupati Rusma Yul Anwar menghadiri acara silaturahmi pengawas dan kepala Sekolah SMP/SLTP se kabupaten Pesisir Selatan di Aula Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pessel. Kamis (29/07/2021). Foto: HUmas Pessel
Bupati Rusma Yul Anwar menghadiri acara silaturahmi pengawas dan kepala Sekolah SMP/SLTP se kabupaten Pesisir Selatan di Aula Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pessel. Kamis (29/07/2021). Foto: HUmas Pessel
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAINAN - Bupati Rusma Yul Anwar menghadiri acara silaturahmi pengawas dan kepala Sekolah SMP/SLTP se kabupaten Pesisir Selatan di Aula Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pessel. Kamis (29/07/2021).

Bupati Pessel menyampaikan Pemerintah Daerah menargetkan akan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di kabupaten Pesisir Selatan.

"Berbagai upaya telah kita siapkan untuk meningkatkan IPM salah satunya kita telah meluncurkan Pendidikan gratis di kabupaten Pesisir Selatan ini,"katanya.

Lanjut, indeks pembangunan manusia Pesisir Selatan masih dibilang rendah berada diposisi 12 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Oleh karena itu, tegas bupati, pendidikan harus dikelola Secara benar, jelas, dan dengan proses yang menarik Sehingga dapat meningkatkan kompetensi SDM putra putri Pesisir Selatan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kami tidak ingin lagi mendengar adanya anak-anak kita putus sekolah gara-gara tidak ada biaya," ujarnya.

Bupati Rusma Yul Anwar juga mengajak seluruh kepala sekolah yang ada dilingkungan pendidikan dan kebudayaan Pessel bersama memajukan pendidikan dan sinergitas bersama untuk pendidikan TACELAK (tangguh, cerdas dan berakhlak).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Suhendri Zainal menyatakan bahwa pendidikan gratis di pesisir Selatan sudah di luncurkan, artinya segala biaya/iyuran yang di pungut oleh sekolah di tiadakan.

"Tidak dibenarkan sekolah memungut iyuran sekolah kepada anak-anak didiknya dalam bentuk apapun," katanya.

Lanjut Suhendri guna mencapai target Pemda, pemerintah kabupaten mulai tahun ajaran baru 2021-2022 telah menggratiskan biaya pendidikan, sehingga tidak ada lagi alasan putus sekolah karena ketiadaan biaya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH