PADANG ARO - Para pengelola lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan para tutor Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), diharapkan mampu mengembagkan diri setelah mengikuti kegiatan Adaptasi, dan Implementasi Kurikulum 2013 (K-13).
"Pemerintah Daerah sangat berharap, ke depannya lulusan peserta didik dari PKBM yang ada di Solsel ini akan mampu berdaya saing dengan lulusan sekolah formal," kata Kadisdikpora Solsel yang diwakili Kasi Kurikulum Bidang Paud/PNF, Disdikpora Solsel, Adrian, S.Pd., saat penutupan kegiatan Implementasi, dan Adaptasi Kurikulum 2013 (K-13) Pendidikan Kesetaraan Tahun 2021 di Wisma Sakinah, Minggu (25/7/2021).
"Kalau di sekolah formal, guru dituntut untuk peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, dan kalau di kegiatan pendidikan kesetaraan, para tutor yang berjumlah saat ini se-Solsel lebih kurang 110 orang tutor, maupun 11 lembaga pengelola PKBM mampu membuat inovasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal," tambah Adrian.
Dituntut, para pengelola PKBM bersama tutor agar mampu melahirkan lulusan yang siap untuk dunia kerja atau setidaknya mampu mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan para peserta pendidikan kesetaraan. Dimana para peserta pendidikan kesetaraan setelah lulus nanti akan bisa langsung bekerja nantinya.
Tercatat PKBM yang sudah melakukan inovasi baru dalam kurikulum pendidikan kesetaraan, diantanya PKBM Widya Dharma Nagari (WDN) dengan program Lopster Air Tawar, PKBM Permata Bunda dengan program Membatik, dan PKBM Solok Selatan Sejahtera dengan program Budidaya Lele Asap.
"Meski semua kegiatan yang dilakukan tersebut masih di dukung dengan dana Pemerintah Pusat, ke depan melalui usulan kegiatan tahun anggaran 2022 akan ikut berkontribusi lansung. Saat ini dana APBD Solsel yang baru bisa dilaksanakan adalah kegiatan latihan pengembangan diri," pungkas Adrianto.
Sementara itu, Ketua DPD Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional Provinsi Sumbar, H. Elvis Betrizon menyatakan, bahwa kondisi saat ini dalam mencerdaskan anak bangsa, peran mereka sangat kuat, dan sangat penting.
Apalagi tugas dari lembaga dan para tutor ini punya peran penting dalam melayani masyarakat yang kurang beruntung dalam mengikuti kegiatan pendidikan formal.
"Sisi penting serta memiliki nilai tinggi dalam mendukung program Pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, pengelola PKBM, dan para tutor telah membuktikan perannya, yaitu mampu membedakan cara pembelajaran," jelas H. Elvis
Editor : Berita Minang






