PADANG ARO - Berada di balik jeruji besi atau meski dalam masa menjalani tahanan, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) bukan tidak bisa melakukan kegiatan beribadah.
Hal itu terbukti pada saat masyarakat muslim tengah melaksanakan ibadah Salat Idul Adha 1442 H tahun 2021 M di berbagai Masjid, dan lapangan terbuka, Selasa (20/7/2021). Seluruh WBP, dan sebagian petugas Rutan Muara Labuh yang dinaspun ikut melaksanakan Salat Idul Adha di Aula Rutan setempat.
"Pada dasarnya, perayaan Idul Adha di Rutan Muara Labuh ini sama halnya dengan warga muslim yang ada di luar sana," kata Kepala Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Sarwono, S.H., usai pelaksanaan Ibadah Kurban, Selasa (20/7/2021).
Artinya, disaat masyarakat muslim melaksanakan serangkaian ibadah pada Hari Raya Idul Adha di luar sana, para WBP Rutan ini juga melaksanakan serangkaian ibadah tersebut. Mulai dari melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah di Aula Rutan, hingga pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
"Pelaksanaan serangkaian ibadah pada hari raya Idul Adha bagi WBP adalah bagian dari ungkapan prilaku kecintaan, dan keimanan sebagai muslim pada Allah SWT," tambahnya
Ustad Rahmadan dalam ceramahnya, selain menceritakan ketauladanan Nabi Ibrahim, A.S. yang taat dan patuh atas perintah Allah SWT, juga harus mengorban anak kesayangannya sendiri, yaitu Nabi Ismail, A.S.
Selain itu, Ustad Rahmadan juga mengajak seluruh jemaah di Rutan untuk tetap melakukan upaya pembangunan iman melalui ketaatan dalam melaksanakan berbagai ibadah yang di perintahkan Allah SWT.
Sementara itu dalam arahannya, Kepala Rutan Muara Labuh, Sarwono berpesan pada WBP untuk terus membangun diri dengan berbagai ibadah. Momentum Idul Adha kali ini hendaknya dapat menjadi motivasi bagi WBP untuk menjalani sisa hukuman dengan baik.
"Kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi banyak persoalan di tengah kehidupan saat ini, hendak menjadi introspeksi diri pula bagi WBP untuk menjalani sisa tahan, hingga bisa berkumpul dengam keluarga kembali. Kemudian menjalani kehidupan dengan baik serta berusaha dengan baik untuk mencapai keluarga yang bahagia," harap Sarwono.
Editor : Marjeni Rokcalva






