IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Tekankan, Generasi Minang Jangan Kebarat-baratan

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah Datuak Marajo, saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi yang berasal dari daerah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah Datuak Marajo, saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi yang berasal dari daerah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

AGAM - Masyarakat Minangkabau dikenal memiliki keunikan budaya sebagai identitas diri. Salah satu keunikan itu sistem matrilineal dalam pewarisan suku, harta pusaka, dan gelar kebesaran adat. Kearifan lokal Minangkabau tampak nyata dari pola hidup masyarakat yang menjujung tinggi adat dan agama, sehingga muncul ungkapan filosofi "Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS - SBK).

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah Datuak Marajo, saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi yang berasal dari daerah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi di Hotel Sakura Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (9/7/2021).

"Untuk menjaga adat budaya ABS - SBK perlu digali, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan, terutama bagi generasi muda saat ini. Itu akan menyatu dalam kehidupan keseharian," ujar Mahyeldi dihadapan para Milenial peserta Bimtek.

ABS-SBK bertujuan untuk memperjelas kembali jati diri etnis Minangkabau sebagai sumber harapan dan kekuatan yang mampu menggerakan ruang lingkup kehidupan keseharian.

"Maka dari Bimtek ini bisa memberikan dan akan melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama Islam, adat, dan falsafah hidup orang Minangkabau," urainya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kepada generasi Milenial Minangkabau, Gubernur Sumbar berharap bisa menjaga dan melestarikan, nilai nilai, karakter dapat melekat ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari.

"Jangan sampai orang Minang ini lebih Barat pula dari Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.

Banyak faktor yang membuat kita bangga dalam penerapan ABS-SBK merupakan kolabirasi antara adat dan agama Islam yang diaplikasikan dalam kehidupan sosial budaya Minangkabau. Hal ini dapat dilakukan dengan pembinaan generasi muda di surau-surau, dan masjid disetiap kelurahan.

Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman mengharapkan kepada peserta Bimtek yang berasal generasi milenial Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi bisa mengamalkan ABS - SBK dalam kehidupan seharian.

Ia menginginkan ABS-SBK ini bisa diterapkan di seluruh Nagari Agam dengan mendirikan rumah Tahfidz disetiap Jorong. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH