IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar: Kearifan Lokal Pendidikan Surau-Lapau Bisa Sejalan di Era Teknologi

Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Palembayan, Agam, Jumat (9/7/2021). Ia meresmikan Lokasi Yayasan Al-Madani dan Gedung MTsS Gumarang di Jorong Gumarang.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Palembayan, Agam, Jumat (9/7/2021). Ia meresmikan Lokasi Yayasan Al-Madani dan Gedung MTsS Gumarang di Jorong Gumarang.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

AGAM - Pendidikan di surau (masjid) dan lapau (kedai) merupakan salah satu kearifan lokal di Nagari (desa) di Sumatera Barat yang harus tetap dipertahankan dan disandingkan dengan pendidikan formal di sekolah negeri maupun swasta.

"Setelah pendidikan awal di keluarga, generasi muda belajar di surau dan di lapau. Di sinilah proses pembelajaran cara berkomunikasi, bernegoisasi dan menghormati itu muncul. Itulah yang sekarang disebut soft skill. Keterapilan yang sama pentingnya dengan kemampuan akademik untuk masuk dunia kerja era industri 4.0," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Palembayan, Agam, Jumat (9/7/2021).

Ia mengatakan itu saat menghadiri meresmikan Lokasi Yayasan Al-Madani dan Gedung MTsS Gumarang di Jorong Gumarang Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Mahyeldi yakin jika dua model pendidikan itu, pendidikan surau-lapau dan pendidikan formal di integrasikan dengan baik maka tokoh-tokoh muda dari Sumatera Barat akan kembali diperhitungkan di pentas nasional bahkan internasional.

Jika merujuk kepada sejarah, banyak tokoh-tokoh nasional asal Sumatera Barat dalam masa perjuangan kemerdekaan yang dimulai pendidikannya di surau dan lapau di Nagari sehingga ketika dalam pergaulannya di lingkungan yang lebih besar mereka bisa menyesuaikan diri karena telah terbiasa untuk menghormati yang tua, menghargai yang sama besar dan menyayangi yang lebih kecil.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Ini adalah hal nilai-nilai yang universal sehingga bisa di terima di mana saja di muka bumi sehingga tokoh-tokoh Minang benar-benar bisa jadi tokoh-tokoh yang diperhitungkan dan disegani di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Ia menilai semua pihak di nagari harus bisa membangkit dan memaksimalkan kembali kearifan lokal tersebut sehingga generasi muda Sumatera Barat tidak hanya mampu secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill.

Terkait sekolah swasta Gubernur Mahyeldi mengatakan harus memiliki keunggulan yang lebih dari sekolah lain sehingga masyarakat tertarik untuk mendidik anaknya di sekolah tersebut.

Sekolah yang didirikan oleh Yayasan Al-Madani-pun harus bisa memberikan keunggulan kualitas yang baik misalnya dari sisi keagamaan atau penguasaan bahasa asing.

Pemerintah provinsi Sumatera Barat, katanya, akan mendukung program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena itu merupakan salah satu visi dan misi kepala daerah.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH