IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Mulai Dilaksanakan Apel Pagi dengan Pola Baru di Lingkungan Pemko Bukittinggi

Pelaksanaan Apel Pagi di lingkup Balai Kota Bukittinggi, Senin (05/07/2021).
Pelaksanaan Apel Pagi di lingkup Balai Kota Bukittinggi, Senin (05/07/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mulai menerapkan apel pagi dengan pola baru, dalam rangka menindaklanjuti surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Nomor: B/86/m.KT.00/2021 tanggal 14 Juni 2021 perihal Himbauan Pelaksanaan Apel Pagi di lingkup Balai Kota Bukittinggi, Senin (05/07/2021).

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Bukittinggi Yuen Karnova bertindak Pembina Apel, pola baru pelaksanaan apel pagi terdiri dari rangkaian penghormatan terhadap bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945, pembacaan Panca Prasetya Korpri, pengarahan, dan ditutup dengan pembacaan doa.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova dalam arahannya mengatakan, pelaksaan apel dengan pola baru ini adalah dalam rangka memelihara dan meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air, pengabdian terhadap negara dan rakyat, serta ketaatan terhadap ideologi Pancasila, dan UUD Negara RI tahun 1945 bagi ASN.

Lebih lanjut, Sekdako Yuen menekankan agar setiap SKPD menyegerakan penyusunan Laporan Keuangan semester I mengingat hari ini telah memasuki minggu pertama semester ke II dari kalender kerja tahun 2021.

Di samping itu, Sekda Yuen juga mengingatkan SKPD agar menyiapkan prognosis kegiatan untuk 6 (enam) bulan ke depan. Proyek yang memang telah dijadwalkan agar segera dilakukan percepatan pelaksanaannya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 membuat kondisi anggaran Daerah tahun 2021 tidak optimistis, menurut Yuen. Kondisi pandemi membuat beberapa anggaran kegiatan terpaksa di-recofusing untuk penanganan serta penanggulangan dampak pandemi.

Pada kesempatan itu, Sekda Yuen mengungkapkan, pendapatan Daerah juga jauh berkurang karena dilakukannya penutupan objek wisata di kota Bukittinggi. Karena itu, Sekda Yuen mengharapkan setiap SKPD untuk berhemat, tidak melakukan pemborosan, serta melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan.

Dalam RAPBD Perubahan tahun 2021 yang akan dibahas nanti, Yuen berharap SKPD dapat mengurangi belanja-belanja yang tidak perlu. Sekda Yuen menyadari bahwa alokasi anggaran belanja rutin yang telah dianggarkan dalam APBD tahun 2021 sudah sangat mepet. Namun, menurutnya kemungkinan untuk melakukan penghematan masih belum tertutup. Demikian pula dalam menyusun RAPBD tahun 2022, Sekda Yuen himbau agar SKPD mengajukan usulan anggaran kegiatan dengan memerhatikan aspek hemat. Menurut Yuen, proyeksi pendapatan daerah pada tahun 2022 juga diasumsikan menurun.

Jawab Sorotan dengan Kerja Nyata

Sehubungan sedang berlangsungnya proses penerimaan CPNS dan P3K Pemko Bukittinggi, Sekda Yuen berharap proses tersebut dapat dilaksanakan dengan prosedur yang benar dan serius. Yuen juga mengingatkan kepada SKPD penyelenggara proses penerimaan untuk menghindari hal-hal yang menyimpang sekecil apapun, serta jangan menolerir hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH