PAYAKUMBUH - Sekolah Komunitas Tahfidz Anak Usia Dini (TAUD) Semut-Semut menggelar Acara Haflah Akhirussanah, Senin (21/6/2021). Acara pelepasan siswa tahun ajaran 2020/2021 tersebut sebagai seremonial penghargaan bagi siswanya yang sudah menamatkan hafalan Al-Qur'an juz 29 dan 30.
Kepala Sekolah TAUD Semut-Semut, Ustadzah Aulia Tivani SKM mengatakan, ada dua kelas yang diwisuda dalam gelaran acara Haflah Akhirussanah tahun ini. "Yakni Level satu untuk yang hafal Al-Qur'an juz 30, dan level dua untuk juz 29. Karena program sekolah menamatkan satu juz hafalan Al-Qur'an per semester," jelas beliau, sebagaimana keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (22/6/2021).
Menurut Ustadzah yang akrab disapa Vani tersebut, program haflah yang sudah kedua kali diadakan sekolahnya itu sebagai bukti kemampuan anak-anak usia dini dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Kendati usia siswa masih empat sampai enam tahun, target dua juz setahun ternyata bisa dicapai.
"Yang terpenting itu metodenya. Kami yakin, anak-anak usia dini yang belum pandai membaca sekalipun sudah bisa menghafal Al-Qur'an. Yaitu dengan metode talqin. Asal mau sungguh-sungguh dan keterlibatan peran orang tua dirumah, kami optimis bisa menjadikan anak usia dini hafal Al-Qur'an," jelasnya.
Ustadzah Vani menekankan pentingnya Al-Qur'an diperkenalkan kepada anak sedini mungkin. Menurutnya, usia dibawah lima tahun adalah usia golden age, yakni masa pembentukan otak manusia. "Jadi diusia itulah sebaiknya materi aqidah dan Al-Qur'an ditanamkan. Sehingga Al-Qur'an turut membentuk perkembangan otak si anak," jelasnya.
"Anak adalah harta kita yang paling mahal. Semuanya akan kita korbankan untuk anak. Maka jadikanlah kepentingan anak yakni pendidikannya sebagai prioritas utama bagi kita," pesan beliau.
Ia menyebutkan, penyebab terbesar dari gagalnya siswa menyelesaikan target hafalan disebabkan kurangnya pendampingan orang tua. "Mari kita cermati hadits Nabi SAW. Anak yang hafal Al-Qur'an akan memberikan mahkota di Akhirat kepada orang tuanya. Menapa tidak kepada gurunya? Karena orang tua punya peran besar dalam menjadikan anaknya hafal Al-Qur'an," papar Sang Ustadz.
Beliau tidak menafikan, ada siswa yang tidak mencapai target hafalan Al-Qur'an tahun ini. Tapi setidaknya, menurut sang Ustadz, anak-anak yang belum mencapai target sudah hafal surat-surat utama seperti An-Naba', An-Nazi'at, 'Abasa, dan beberapa surat pendek. "Setelah dievaluasi, penyebabnya karena siswa tidak masuk sekolah dalam waktu yang lama. Sehingga tertinggal dari teman-temannya," papar beliau.
"Yang diberikan ijazah hanya yang sudah menyelesaikan hafalannya saja. Bagi yang belum selesai, sekolah memberikan piagam sebagai penghargaan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menghafal Al-Quran," tambahnya.(Do)
Editor :






