PADANG - Sesuai rencana dan janji yang disepakati, Pemerintah Kota (Pemko) Padang akhirnya memperoleh bantuan dana segar sebesar 10 ribu Euro atau setara Rp170 juta dari Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman.
Seperti diketahui, bantuan tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lower Saxony, Jerman yang diberikan kepada Pemerintah Kota Hildesheim untuk diserahkan kepada Pemko Padang. Tujuannya adalah untuk mendukung upaya peningkatan kualitas air Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.
"Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kota Padang dan juga warga Kota Padang kita berterima kasih dan menyambut baik pemberian bantuan ini. Bantuan ini sangat penting bagi kita yang tengah melakukan peningkatan kualitas air di Sungai Batang Arau," ungkap orang nomor satu di Kota Padang itu di kediaman resminya usai menerima bantuan tersebut secara virtual dari Wali Kota Hildesheim Mr. Ingo Meyer, Kamis malam (17/6/2021).
Hendri menerangkan, adapun bantuan dana 10 ribu Euro itu akan dimanfaatkan pihaknya secara optimal untuk pengadaan sarana prasarana penunjang, serta mendukung kegiatan sosialisasi program peningkatan kualitas Sungai Batang Arau ke tengah-tengah masyarakat.
Selain itu kata Hendri, juga untuk mendukung pelaksanaan survei terkait pemahaman limbah cair rumah tangga bagi masyarakat terhadap peningkatan pengelolaan limbah Sungai Batang Arau yang dilakukan.
"Kemudian dana itu juga bakal digunakan untuk melakukan survei, sosialisasi disertai pembelian rompi untuk tim dan baju peduli Sungai Batang Arau bagi warga di sekitar Sungai Batang Arau," tambahnya.
Lebih lanjut Hendri juga berharap dan mengajak semua warga Kota Padang untuk senantiasa menjaga kebersihan sungai.
"Mari kita jaga kebersihan sungai. Karena sungai bukan tempat pembuangan sampah, jangan sampai ada diantara kita yang mencemari," tukasnya.
Wako pun membeberkan Pemko Padang saat ini telah kedatangan Ahli Hidrologi, Michell Rohmann dari GIZ-Jerman yang berperan sebagai "integrated expert" membantu program 'waste management of Batang Arau River' atau peningkatan manajemen pengelolaan limbah Sungai Batang Arau.
Editor : Berita Minang






