IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bakaba Kampung, Gubernur Mahyeldi Bersilaturrahmi dengan Warga Lampung Asal Sumbar

BGubernur Mahyeldi saat bersilaturrahmi dengan Warga Sumbar tinggal di Lampung.
BGubernur Mahyeldi saat bersilaturrahmi dengan Warga Sumbar tinggal di Lampung.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Bandar Lampung - Di masa wabah pandemi kegiatan usaha pertanian, peternakan, perikanan tidak terpengaruh sama sekali di Sumatera Barat ini juga terlhat dari kegiatan aktifitas ekonomi mampu mengkoreksi laju perekonomian minus lebih 2 persen di awal-awal penanganan covid 19, ada trend naik positif menjadi 1,19 persen. Dan saat ini ruang pasar eksport terhadap kegiatan ketiga sektor ini amat terbuka lebar.

Hal ini di sampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada acara silaturrahmi dengan warga Lampung asal minang Sumbar di Emersia Hotel Bandar Lampung, Jum'at (11/6/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian Pemprov Lampung, Walikota Bandar Lampung Bunda Eva Dwiyana, Pimpinan Emersia Merry Warti, Staf Ahli Gubernur Bidang Keuangan, Kadis Perikanan, Kadis LH, Ka DPM PTSP, Ka Balitbang, Kadis PUPR, Kabiro Pembangunan, Biro Adpim pemprov Sumbar, tokoh-tokoh masyarakat Lampung asal Sumbar.

Gubernur Sumbar juga sampaikan dalam masa seratus hari ini, kita melakukan pendekatan sinergritas pemerintah pusat. Ada 12 menteri dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin.

"Kunjungan menteri ini telah melakukan berbagai hal pengembangan pembangunan daerah, pembangunan jalan layang Sitinjau Lauik, pembangunan teluk Tapang Pasaman Barat, pembangunan irigasi dalam mendukung produktif sektor pertanian dan termasuk pembangunan jalan Tol Padang - Pekanbaru yang telah berjalan 70 persen di Padang Pariaman", ungkap Mahyeldi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Mahyeldi juga katakan sektor juga berkaitan Pertanian yang kait dengan jagung kebutuhan pakan ternak dan pengembangan produktifitas sektor pertanian lain kita akan buat Perda dan aturan-aturan lainnya, gubernur dan bupati/ kota, pertanian, petenakan, kehutanan dan pengendalian udang pandame

" Saat ini kita melakukan gerakan untuk mengkonsumsi hasil pertanian organik, gerakan meminum madu sebagai potensi lahan hutan sosial masyarakat. Di Sumbar ada 250 ribu hektar hutan sosial dengan manfaatkan hutan tanpa merusak hutan," ujarnya.

Mahyeldi juga sampaikan, kemampuan fiskal Sumbar sebesar 1,5 triliun dari 5 juta penduduk. Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2,5 triliun. Ini belum sebaik daerah-daerah yang telah maju perekonomiannya.

"Pada tahun 2020 hampir tidak ada pergerakan ekonomi di Sumbar terlihat tepuruk. Dimana tahun 2020 tidak bisa dapat melakukan kegiatan pembangunan dari 1 triliun. Penanganan fokus pada covid 19 kondisi berdampak terhadap perekonomian Sumbar," ungkapnya.

Mahyeldi juga katakan saat ini pemerintah daerah sedang mendorong Bank Nagari konfersi ke sistem bank nagari syariah. Sudah ada dukungan dari BPJS, PLN, serta BUMN mendukung Bank Nagari konfesi bank syariah, ada lampu hijau dari Qatar bank untuk peguatan tabungan.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH