IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kelangkaan BBM Jenis Premium dan Solar Semakin Parah

Truk bermalam di SPBU di Bukittinggi untuk menunggu antrian BBM. Foto Yus
Truk bermalam di SPBU di Bukittinggi untuk menunggu antrian BBM. Foto Yus
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Bukittinggi - Kondisi kelangkaan BBM jenis Solar dan Premium di Payakumbuh,Limapuluh Kota,Agam dan Bukittinggi sampai ke Padang Panjang semakin parah.

Media ini tang mencova memantau kondisi disyribusi BBM di hampir setiap SPBU yang ada di Kabupaten Limapuluh Koya,Kota Payakumbuh,Kabupaten Agam bagian Timur dan Kota Bukittingi memang sangat memprihatinkan.

Sudah saatnya pemeribtah darrah di Kabupaten Limapuluh Kota,Kota Payakumbuh,Agam bagian Timur dan Kota Bukittinggi turun ke lapangan menyaksikan penderitaan masarakat yang harus antrian berjam jam di SPBU menunggu giliran pengisian BBM untuk mobilnya.

Untuk jenis solar kendraan yang antrian dan bahkan ada yang harus larkir di SPBU karena tidak kebagian BBM, didominasi kendraan besar seperti truk dan bus serta kendraan kecil seperti L-300. Kendraan besar itu pengangkut bahan bangunan dan kendraan kintainer serta pengangkut sayur, ikan dan ayam. Banyak ikan dan ayam yang mati serta sayur sayur tang membusuk karena kendraan itu tidak bisa jalan akibat BBM langka.

Pemerintah harus turun tangan dengan mengawal setiap SPBU dalam pendistribusian BBM ke kendraan yang membutuhkan solar dan premium. Hasil pantauan media ini di sejumlah SPBU menyaksikan ratusan jerigen ikut antrian di setiap SPBU tersebut. Padahal di setiap SPBU di bentangkan spanduk besar di larang pembelian BBM bersubsidi dengan jerigen.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pembeluan BBM dengan jerigen ini dilakukan oleh broker broker BBM bersubsidi. Termasuk para sopir truk dan bus juga ikut bermain membeli pakai jerigen. Menurut pantaua nedia ini,petugas SPBU memberi pelyang iasa brojer brojer BBM bersubsidi membeli dengan jerigen. Karena melayani pembelian dengan jerigen itu, mereka dapat tambahan penghasilan Rp 5000 sampai Rp 10.000 per jerigen.

Para pengecer BBM bersubsidi mendapatkan BBM yang dijualnya secara eceran selain di beli langsung ke SPBU,ada juga yang menjalin kerjasama dengan sopir truk dan bus. Kelangkaan BBM bersubsidi yang diuntungkan adalah para broker dan pedagang eceran. BBM bersubsidi mereka jual Rp 9000 perliter untuk jenis Premium dan Rp 8000 perliter untuk jenis Solar.

Menurut Afrizal salah seorang sopir truk ekspedisi dalam iercajapan dengan media ini saat antrian di SPBU Simpang Bangkaweh jln Raya Bukittinggi - Padang mengatakan, dia mengaku baru sampai dari jakarta membawa barang orang pindah.

"Selama di jakarta BBM jenis solar tidak ada masalah, tapi dari lampung sampai masuk Sumbar pembelian BBM untuk setiap Truk dan Bus dibatasi hanya bisa Rp 200 ribu. Tidak ada pengisian dengan jerigen," katanya.

Tetapi di Sumbar inilah antrian panjang terjadi. Satu tangki BBM sampai di SPBU habis dalam tempo 4 sampai 5 jam. Di Agam bagian timur dan Kota Bukittinggi sampai ke Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh ada 18 buah SPBU. BBM masuk pada malam hari, tapi besok paginya semua SPBU kekosongan BBM jenis solar dan premium. Aneh di pedagang eceran di sepanjang jalan menumpuk dalam jerigen BBM jenis solar dan premium, tersebut tambahnya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH