Pengembangan Video Belajar Teknologi Digital bagi Guru MGMP SMP Kota Bukittinggi

190 hit
Paskibraka Kota Padang Panjang Dikukuhkan

Ermanto, Zulfadli, Dini Faisal (Universitas Negeri Padang)

Dosen Universitas Negeri Padang

Pendahuluan

Pada masa pandemi Covid-19 dan pada masa kemajuan teknologi digital ini, secara umum pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti google meet, google classroom, WhatsApp, google form, dan lain. Namun, seperti diakui beberapa anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, pembelajaran menggunakan aplikasi seperti ini yang hanya digunakan untuk mengirimkan materi yang harus dibaca siswa dan siswa diminta mengerjakan tugas-tugas. Pembelajaran seperti ini tentulah cenderung membosankan para siswa karena tidak variatif dan tidak adanya penjelasan guru menggunakan video belajar digital buatan guru yang menarik.

Permasalahannya adalah guru-guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu (1) keterampilan keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan

mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) dan (2) guru- guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar yang baik sesuai kebutuhan pembejalaran. Padahal pada masa pandemi dan pascapandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi digital masa kini dan perspektif masa depan, pembelajaran daring dan pemanfaaatan video belajar secara digital perlu digunakan. Untuk meningkatkan keterampilan membuat video belajar digital oleh guru-guru dilakukan suatu solusi pelatihan dan pendampingan pembuatan video belajar digital sesuai dengan kebutuhan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP bagi guru- guru di Kota Bukittinggi. Hal itu karena penggunaan video belajar digital sudah merupakan tuntutan yang mendesak dan perlu bagi guru-guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi yang terhimpun dalam wadah organisasi MGMP Bahasa Indonesia.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Rina Devira (Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi), guru Bahasa Indonesia anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi membutuhkan keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar digital yang khususnya digunakan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia. Apalagi nantinya bisa pula dimanfaatkan oleh guru dan siswa SMP lainnya di Indonesia karena bisa diunggah di aplikasi media sosial youtube. Berdasarkan penelusuran, untuk masa tiga tahun terakhir penelitian ataupun kegiatan pelatihan keterampilan membuat video belajar digital Bahasa Indonesia yang dibuat dan digunakan guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum ditemukan. Beberapa kegiatan penelitian ataupun kegiatan pelatihan keterampilan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi adalah penelitian tentang kesantunan berbahasa siswa dengan guru bahasa Indonesia melalui media sosial WhatsApp di SMP Negeri 2 Bukittinggi (Marlen & Atmazaki, 2020), penelitian tentang dampak pembelajaran dari masa pandemi Covid-19 terhadap motivasi belajar siswa SMP di Kota Bukittinggi (Robandi & Mudjiran, 2020). Artinya, kajian dan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan membuat video belajar digital belum dilakukan atau belum diikuti oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi melalui telepon seluler (per tanggal 20--24 Januari 2022) terungkap beberapa permasalahan pokok dengan pembelajaran daring dan khususnya pembelajaran daring Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi. (1) Pembelajaran daring oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum terlaksana secara maksimal karena masih ada keterbatasan perangkat telepon seluler bagi siswa. (2) Pembelajaran menggunakan aplikasi google meet, google classroom, WhatsApp, google form, dan lain ini yang hanya digunakan untuk mengirimkan materi yang harus dibaca siswa dan mengerjakan tugas-tugas cenderung membosankan para siswa. (3) Sebagian kecil siswa cenderung pasif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang mungkin disebabkan tidak adanya penjelasan guru yang memadai secara lisan. (4) Guru-guru belum menggunakan video pembelajaran digital buatan sendiri dalam pembelajaran daring karena belum memiliki keterampilan yang memadai. (5) Guru-guru belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video pembelajaran digital yang baik dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran daring. Demikianlah beberapa persoalan penting yang dihadapi oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi dalam pelaksanaan pembelajaran daring sebagai akibat pandemi covid-19 ini. Namun guru-guru sudah mulai menyadari bahwa keterampilan menggunakan teknologi digital tidak hanya diperlukan untuk pembelajaran pada masa pandemi covid-19, tetapi juga diperlukan untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ataupun untuk penyelenggaran pembelajaran secara daring pascapandemi covid-19 nantinya sesuai perspektif masa depan dengan pemanfaatan kemajuan teknologi digital.

Berdasarkan uraian analisis situasi di atas, dapat dijelaskan bahwa permasalahan mitra (MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi) dalam layanan pendidikan atau pembelajaran daring dan penggunaan teknologi digital adalah sebagai berikut: (1) perlunya keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi); (2) perlunya pengembangan keterampilan membuat media pembelajaran digital khususnya keterampilan membuat video belajar digital dan keterampilan memanfaatkan video belajar buatan sendiri dalam kegiatan pembelajaran.

Berkaitan dengan masalah pengembangan media pembelajaran dan penggunaannya dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dan masa teknologi digital, pemanfaatan dan pembuatan video belajar digital sudah seharusnya dilakukan guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi. Dalam dua tahun terakhir ini yakni pada masa pandemi Covid- 19 dan masa kemajuan teknologi digital di Indonesia, pengembangan video belajar digital sudah dilakukan oleh guru-guru SMP dalam mata pelajaran Olahraga (Carolin et al., 2020), dalam mata pelajaran Matematika (Nuritha & Tsurayya, 2021; Rahmawati & Hanifah, 2021; Sulistiani et al., 2021), dalam mata pelajaran IPA (Mutia et al., 2018). Selain itu penelitian yang menunjukkan dampak positif menggunakan video belajar digital pada pembelajaran di SMP juga sudah dilakukan peneliti (Efendi et al., 2021; Fitriani et al., 2020; Machfud, 2021). Penggunaan video belajar digital di Sekolah Dasar di Indonesia juga juga menunjukkan manfaat positif (Ilsa et al., 2020; Kurniawan et al., 2018; Novita et al., 2019; Prananda, 2020; Suryansah & Suwarjo, 2016; Yuanta, 2020). Pengembangan dan penggunaan video belajar digital di SMA dan SMK juga menunjukkan manfaat positif bagi siswa (Agustini & Ngarti, 2020; Kiswanto et al., n.d.; Wisada et al., 2019).

Namun demikian, permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah (1) permasalahan pertama, guru-guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) dan (2) permasalahan kedua, guru-guru MGMP (Musyawarah Guru Mata pelajaran) Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar yang baik sesuai kebutuhan pembejalaran (masalah teknik video digital). Artinya, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu keterampilan menyusun materi belajar digital dan perlu memiliki keterampilan yang baik tentang penguasaan teknologi digital seperti aplikasi pengeditan video kinemaster, teknik perekaman menggunakan telepon seluler, teknik menyusun materi untuk video belajar dan keterampilan lainnnya untuk membuat video belajar digital tersebut.

B. Pembahasan

Namun demikian, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi sangat menyadari perlunya video belajar digital buatan guru tersebut untuk mendukung penyelenggaraan pembelajaran baik untuk pembelajaran daring Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini maupun untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa pascapandemi Covid-19 yakni pembelajaran berbasis teknologi digital. Berkaitan dengan pemanfaatan video pembelajaran di sekolah, video pembelajaran memberikan kemudahan pada siswa untuk memahami materi yang diberikan, dibandingkan dengan hanya menggunakan buku dan metode ceramah saja (Juliana et al., 2016). Video pembelajaran sangat diperlukan pada masa kini karena subjek didik lebih tertarik menggunakan media berupa video dalam pembelajaran dan hal ini adalah karena video pembelajaran dapat menampilkan gambar, teks dan suara sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik (Agustiningsih & Pamungkas, 2018). Jadi, video belajar digital memiliki kelebihan karena adanya perpaduan antara gambar, teks, dan suara.

Pembuatan dan pemanfaatan video belajar digital bagi guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi diperlukan karena media video belajar digital dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran seperti: (a) mengatasi jarak dan waktu; (b) mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat; (c) dapat membawa siswa berpetualang dari negara satu ke negara lainnya, dan dari masa yang satu ke masa yang lain; (d) dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan; (e) pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat; (f) mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa; (g) mengembangkan imajinasi; (h) memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistic; (i) mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah di dalam kelas; (j) mampu berperan sebagai storyteller yang dapat memancing kreativitas siswa dalam mengekspresikan gagasannya (Munadi, 2010).

Karakteristik media video yang digunakan sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut: (a) video mampu memperbesar obyek yang kecil, terlalu kecil bahkan tidak dapat dilihat secara kasat mata/mata telanjang, misalnya mikro organism dalam tubuh dapat dengan jelas terampilan oleh kamera dan dapat dilihat di televise/video; (b) dengan teknik editing obyek yang dihasilkan dengan pengambilan gambar oleh kamera dapat diperbanyak (cloning); (c) video juga mampu memanipulasi tampilan gambar, sesekali obyek perlu diberikan manipulasi tertentu sesuai dengan tuntutan pesan yang ingin disampaikan sebagai contoh obyek-obyek yang terjadi pada masa lampau dapat dimanipulasi digabungkan dengan masa sekarang; (d) video mampu membuat obyek menjadi still picture artinya gambar/obyek yang ditampilkan dapat disimpan dalam durasi tertentu dalam keadaan diam; (e) daya tariknya yang luar biasa video mampu mempertahankan perhatian siswa/audien yang melihat video tersebut dan hasil penelitian menunjukkan siswa bisa bertahan lebih lama hingga 1-2 jam untuk menyimak video dengan baik dibandingkan dengan mendengarkan saja yang mampu bertahan dalam waktu 25-30 menit saja; (f) video mampu menampilkan obyek gambar dan informasi yang paling baru, hangat dan aktual atau kekinian (Riyana, 2007).

Berkaitan dengan dampak dan perlunya penggunaan video pembelajaran, sumber belajar yang hanya berupa buku teks dilengkapi dengan bahan ajar berbentuk ensiklopedi, modul dan LKS yang berisi kumpulan soal ternyata tidak memberi pengalaman menyelesaikan masalah sehari-hari dan dan penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah karena media pembelajaran belum sesuai dengan kebutuhan; dan untuk itu dibutuhkan media yang dapat menfasilitasi siswa memecahkan masalah sehari-hari berupa video belajar digital (Novisya & Desnita, 2020).

Selain itu, oleh karena video pembelajaran digital adalah media pembelajaran yang akan terdokumentasi dengan sangat lama, penggunaan bahasa Indonesia yang baik oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi juga perlu perhatian utama dalam kegiatan pengabdian ini. Untuk itu, penguasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik di dalam oleh guru di dalam video belajar digital yang dihasilkan juga harus ditingkatkan. Penggunaan Bahasa Indonesia secara lisan dan tulis seperti ejaan, pilihan kosa kata baku, pilihan kata, pelafalan/penyampaian materi harus dikuasai oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi (Ermanto & Emidar, 2018).

Keterampilan menyusun materi digital dan membuat video belajar digital yang menarik serta menggunakannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi tersebut adalah berikut ini. (1) Keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi). (2) Keterampilan menggunakan video belajar digital buatan guru baik untuk pembelajaran secara daring maupun pembelajaran tatap muka. (3) Keterampilan (a) merekam penyajian pembelajaran oleh guru baik menggunakan kamera telepon seluler guru maupun (b) merekam penyajian pembelajaran oleh guru menggunakan laptop dengan aplikasi perekam pada laptop. (4) Keterampilan mengedit atau menyunting video rekaman pembelajaran dengan aplikasi kinemaster. (5) Keterampilan membuat video intro (video pembuka) dan video outro (video penutup) untuk video belajar digital dengan aplikasi kinemaster. (6) Keterampilan membuat/memilih dan memasukkan 7ande latar untuk video belajar digital dengan aplikasi kinemaster. (7) Keterampilan membuat atau menyunting video belajar digital sebagai satu kesatuan utuh dengan aplikasi kinemaster.

Secara kuantitatif, pengetahuan guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi terjadi peningkatan pengetahuan tentang materi pelatihan pembuatan video pembelajaran yakni pengetahuan sebelum pelatihan (pretes) rata-rata 70,5 dan pada postes meningkat menjadi rata-rata 97. Hasil pengetahuan tentang materi pelatihan pembuatan video pembelajaran yakni nilai rata-rata pretes dan nilai rata-rata postes adalah berikut ini.

Luaran keterampilan membuat video belajar digital yang dikuasai guru ini dapat diukur secara kuantitatif seperti berikut ini. (1) Keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (2) Keterampilan menggunakan video belajar digital buatan guru baik untuk pembelajaran secara daring maupun pembelajaran tatap muka harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (3) Keterampilan merekam penyajian pembelajaran oleh guru baik menggunakan kamera telepon seluler guru maupun merekam penyajian pembelajaran oleh guru menggunakan laptop dengan aplikasi bandicam harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (4) Keterampilan mengedit atau menyunting video rekaman pembelajaran dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (5) Keterampilan membuat video intro (video pembuka) dan video outro (video penutup) untuk video pembelajaran digital dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (6) Keterampilan membuat/memilih dan memasukkan 7ande latar untuk video pembelajaran digital dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (7) Keterampilan membuat atau menyunting video pembelajaran digital sebagai satu kesatuan utuh dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%- 100%).

Hasil kemampuan rata-rata keterampilan guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi adalah 95 persen dan telah membuat karya video pembelajaran yang dipublikasikan pada akun youtubenya.

Setelah terampil membuat video belajar digital ini, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat juga sudah terampil mengimplementasikannya untuk membuat video pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Video pembelajaran digital yang dibuat oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat sangat penting untuk peningkatan pembelajaran pada masa teknologi digital saat ini dan untuk masa datang. Hasil penelitian pengembangan yang dilakukan Carolin, Astra, Suwiwa (2020) menunjukkan bahwa penggunaan media video belajar digital menjadi media interaktif yang dapat menarik minat peserta didik sehingga tidak merasa bosan dan jenuh serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (Carolin et al., 2020). Hasil penelitian Sulistiani, Suminto, Suningsih (2021) menunjukkan bahwa pembelajaran daring dengan menggunakan media group WhatsApp dengan intervensi video pembelajaran lebih baik dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar serta dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini (Sulistiani et al., 2021). Hasil penelitian Rahmawati & Hanifah (2021) menunjukkan bahwa penerapan penggunaan video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan disarankan guru yang akan menggunakan video pembelajaran, sebaiknya guru harus memperhatikan waktu pembuatan video pembelajaran, karena pembuatan video memerlukan waktu yang 10andemic lama untuk benar-benar layak ditampilkan ke peserta didik. Hasil penelitian Machfud (2021) memperlihatkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan media video pembelajaran oleh guru telah berjalan dengan baik serta media berupa video pembelajaran efektif digunakan pada masa pandemi Covid-19, karena memudahkan pendidik dalam mengajarkan materi yang perlu adanya penjelasan serta memudahkan peserta didik memahami materi pembelajaran. Hasil penelitian Nuritha & Tsurayya (2021) menyatakan bahwa video pembelajaran berbantuan geogebra efektif digunakan sebagai media atau alat bantu siswa dalam melakukan pembelajaran matematika yang mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa.

Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, partisipasi mitra yakni Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dalam pelaksanaan program adalah sebagai berikut. (1) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal koordinasi yang maksimal sejak perencanaan program, pelaksanaan program, pascaprogram kegiatan pengabdian. (2) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal menyediakan tempat kegiatan yakni di sekolah tersebut. (3) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal mendorong/memotivasi guru-guru untuk mengikuti kegiatan, membuat video pembelajaran digital, dan menggunakan dalam pembelajaran Bahasa Indoesia.

Evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan adalah dalam bentuk melakukan pendampingan kepada guru-guru anggota dan pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Selain itu, tim pelaksana kegiatan di Perguruan Tinggi melakukan kerja sama pendampingan dengan Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat untuk meningkatkan keterampilan guru-guru membuat video pembelajaran digital secara berkelanjutan.

Simpulan

Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru-guru peserta pelatihan telah terampil membuat video pembelajaran dan memanfaatkanya dalam pelaksanaan pembelajaran. Hasil keterampilan ini sejalan dengan peningkatan hasil pengetahuan guru pada pretes dengan nilai rata-rata 70,5 dan pada postes meningkat menjadi nilai rata-rata 97.

Selain itu partisipasi mitra dalam pelaksanaan pelatihan adalah (1) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal koordinasi yang maksimal sejak perencanaan program, pelaksanaan program, pascaprogram kegiatan pengabdian; (2) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal menyediakan tempat kegiatan yakni di sekolah tersebut; (3) Pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berpartisipasi dalam hal mendorong/memotivasi guru-guru untuk mengikuti kegiatan, membuat video pembelajaran digital, dan menggunakan dalam pembelajaran Bahasa Indoesia.

Daftar Rujukan

Agustini, K., & Ngarti, J. G. (2020). Pengembangan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Model R & D. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(April 2020), 62--78. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPP/article/download/18403/14752

Agustiningsih, N., & Pamungkas, S. (2018). Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Video Candi Muara Jambi Berbasis Sejarah Lokal Pada Mata Kuliah Sejarah Indonesia. Diakronika, Volume 18(Nomor 1).

Carolin, L. L., Astra, I. K. B., & Suwiwa, I. G. (2020). Pengembangan Media Video Pembelajaran dengan Model ADDIE pada Materi Teknik Dasar Tendangan Pencak Silaet Kelas VIII SMP Negeri 4 Sukasada Tahun Pelajaran 2019/2020. Jurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani Dan Olah Raga, 5(2), 62--65.

Efendi, Y., Lusiana, L., Muzawi, R., Yanti, R., & Imardi, S. (2021). Workshop E-Learning Google Classroom dan Video Pembelajaran pada SMP N 35 Pekanbaru. Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 82--89. https://doi.org/10.37478/mahajana.v2i1.789

Ermanto, & Emidar. (2018). Bahasa Indonesia: Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Rajagrafindo Jakarta.

Fitriani, A. A., Ulfa, S., & Adi, E. P. (2020). Pengembangan Video Pembelajaran Animasi Sistem Pernapasan Manusia sebagai Upaya Mendukung Kebijakan Belajar di Rumah. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(3), 303--316. https://doi.org/10.17977/um038v3i32020p303

Ilsa, A., F, F., & Harun, M. (2020). Pengembangan Video Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powerdirector 18 di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(1), 288--300. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i1.643

Juliana, P. D., Sudarma, K., & Tegeh, M. (2016). Pengembangan Media Video Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Pelajaran Agama Hindu untuk Siswa Kelas VIII Semester Genap di SMP N 1 Melaya Tahun Pelajaran 2015/2016. E-Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan, Volume 5(Nomor 2).

Kiswanto, Kirana, C., Romadiana, Wijaya, P., Supardi, B., & Raya, A. M. (n.d.). Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Pembuatan Video Pembelajaran bagi Guru-guru. 1--7.

Kurniawan, D., Kuswandi, D., & Husna, A. (2018). Pengembangan Media Video Pembelajaran pada Mata Pelajaran IPA tentang Sifat Dan Perubahan Wujud Benda Kelas IV SDN Merjosari 5 Malang. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran) Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 4(2), 119--125. https://doi.org/10.17977/um031v4i22018p119

Machfud, M. (2021). Efektivitas Penggunaan Media Video Pembelajaran di SMP Negeri 2 Tarakan pada Masa Pandemi Covid-19. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 1(3), 179--188. https://doi.org/10.51878/edutech.v1i3.645

Marlen, L., & Atmazaki, A. (2020). Kesantunan Berbahasa Siswa dengan Guru Bahasa Indonesia melalui Media Sosial WhatsApp di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(4), 1. https://doi.org/10.24036/110721-019883

Munadi, Y. (2010). Media Pembelajaran. Gaung persada (GP) Pres.

Mutia, R., Adlim, A., & Halim, A. (2018). Pengembangan Video Pembelajaran IPA pada Materi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 5(2), 110--116. https://doi.org/10.24815/jpsi.v5i2.9825

Novisya, D., & Desnita. (2020). Analisis Kebutuhan Pengembangan Video Pembelajaran Fisika Berbasis Ctl pada Materi Fluida. JIPI (Jurnal IPA Dan Pembelajaran IPA), 4(2), 141--154.

Novita, L., Sukmanasa, E., & Yudistira Pratama, M. (2019). Penggunaan Media Pembelajaran Video terhadap Hasil Belajar Siswa SD. Indonesian Journal of Primary Education, 3(2), 64--72.

Nuritha, C., & Tsurayya, A. (2021). Pengembangan Video Pembelajaran Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 48--64. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i1.430

Prananda, G. (2020). Pengembngan Media Video Pembelajaran Tema 6 Subtema 2 Untuk Siswa Kelas SD Negeri 17 Pasar Masurai 1. Jurnal Dharma PGSD, 1(1), 38--45. http://ejournal.undhari.ac.id/index.php/judha%0APengembngan

Rahmawati, A., & Hanifah, H. (2021). Penerapan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas VII SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. PENDIPA Journal of Science Education, 5(2), 251--255. https://doi.org/10.33369/pendipa.5.2.251-255

Riyana, C. (2007). Pedoman Pengembangan Media Video. Program P3AI Universitas Pendidikan Indonesia.

Robandi, D., & Mudjiran, M. (2020). Dampak Pembelajaran Dari Masa Pandemi Covid-19 terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP di Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 3498--3502. https://doi.org/10.31004/jptam.v4i3.878

Sulistiani, S., Suminto, S., & Suningsih, A. (2021). Pembelajaran Daring dengan Intervensi Video Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19. JURNAL E-DuMath, 7(1), 27--34. https://doi.org/10.52657/je.v7i1.1344

Suryansah, T., & Suwarjo, S. (2016). Pengembangan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas IV SD. Jurnal Prima Edukasia, 4(2), 209. https://doi.org/10.21831/jpe.v4i2.8393

Wisada, P. D., Sudarma, I. K., & Yuda S, A. I. W. I. (2019). Pengembangan Media Video Pembelajaran Berorientasi Pendidikan Karakter. Journal of Education Technology, 3(3), 140. https://doi.org/10.23887/jet.v3i3.21735

Yuanta, F. (2020). Pengembangan Media Video Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(02), 91. https://doi.org/10.30742/tpd.v1i02.816

Komentar

Artikel Terbaru