IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Generasi Muda dan Semangat Melestarikan Randai Warisan Budaya Minangkabau

Foto FAREL ADITIA
Ilustrasi Generasi Muda dan Semangat Melestarikan Randai Warisan Budaya Minangkabau
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Dalam pelaksanaannya, Randai membutuhkan Latihan yang tidak sedikit. Para pemain harus mampu menghafal gerakan, memahami alur cerita, serta menjaga kekompakan dengan anggota kelompok lainnya. Hal ini terlihat pada foto yang saya terakan diatas, Dimana para pemain tampak fokus dan serius dalam melakukan setiap gerakan. Menurut pemahaman saya, proses Latihan tersebut juga mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Seseorang tidak dapat tampil dengan baik tanpa usaha dan Latihan yang sungguh-sungguh.

Nilai-nilai seperti inilah yang menjadikan Randai relevan untuk dipelajari oleh generasi muda saat ini. Selain sebagai sarana pelestarian budaya, Randai juga mendapat media untuk mempererat hubungan sosial. Dalam sebuah kelompok Randai, para pemain berasal dari berbagai latar belakang, namun mereka dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu menampilkan pertunjukan yang baik. Interaksi yang terjadi selama proses Latihan maupun pertunjukan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas antara anggota. Nilai ini sangat sesuai dengan falsafah hidup Masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan musyawarah.

Saya berpendapat bahwa keberadaan Randai perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar, baik dari Masyarakat maupun Lembaga Pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi dapat menjadikan Randai sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler atau bagian dari pembelajaran budaya daerah Minangkabau.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dengan cara tersebut, generasi muda tidak hanya mengenal randai secara teori, tetapi juga dapat merasakan langsung pengalaman berlatih dan menampilkan kesenian tersebut. Dukungan dari berbagai pihak sangatlah diperlukan agar Randai tetap hidup dan berkembang di Tengah arus globalisasi. Sebagai generasi muda, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjada dan melestarikan budaya daerah, termasuk Randai. Pelestarian budaya bukan hanya tugas para seniman dan tokoh adat, tetapi juga tugas seluruh Masyarakat Minangkabau.

Dengan mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya sendiri, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Saya berharap kesenian Randai akan terus berkembang dan tetap menjadi kebanggaan Masyarakat Minangkabau, sekaligus menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang dikenal oleh dunia. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (***)

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH