Peribahasa ini tetap relevan dalam konteks kekinian. Di era modern, banyak orang tua terlalu fokus pada urusan materi, memberikan fasilitas sebanyak mungkin, tapi abai terhadap pendidikan karakter dan sosial anak. Padahal, anak-anak juga perlu diajarkan untuk memahami tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya budi pekerti. Anak yang terlalu dimanja dan tidak diarahkan sejak dini sering kali kesulitan menghadapi realitas kehidupan di luar rumah. Ia mungkin tidak siap bersaing secara sehat, tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, dan tidak memiliki ketangguhan mental. Ini menjadi tantangan besar di zaman modern di mana tuntutan sosial dan profesional semakin kompleks.
Dengan menerapkan semangat peribahasa ini, orang tua masa kini diajak untuk:
1. Memberikan kasih sayang yang seimbang, antara kelembutan dan ketegasan.
3. Menanamkan identitas budaya dan nilai-nilai kebaikan, agar anak tetap punya akar walau tumbuh di lingkungan global. (***)







