Assalamu'alaikum, Sahabat Dermawan.
Kisah Nabi Ayyub dengan segala kesabarannya atas ujian dan penyakit yang menimpanya bukan cerita yang asing bagi kita sebagai umat Islam.
Cerita ini banyak dikisahkan baik di buku pelajaran, cerita anak, sampai menjadi kisah yang sering di ceritakan oleh guru ngaji di surau-surau jaman dulu.
Namun pernahkah sahabat berpikir?
Mengapa selama 18 tahun di dera cobaan yang luar biasa, dengan tubuh yang dipenuhi luka, nanah, dan belatung, Nabi Ayyub tetap tabah menerima ujian ini?
Sehingga tingkat ketakwaan serta kesabarannya beribu-ribu kali lipat jauhnya dibandingkan kita manusia biasa.
Namun bukan itu jawabannya, Jawabannya telah Allah firmankan dalam surah Al-Anbiya ayat 84.
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: _"(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."_ Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah."_ (QS. Al-Anbiya': 83-84)
Ketabahan Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian memang sudah Allah Ta'ala gariskan sebagai suri tauladan umat manusia selanjutnya dalam menyikapi ujian dan cobaan yang Allah berikan.
Editor : Berita Minang






