Fadly sangat menghargai sekali hasil karya Diniyyah Puteri ini. Karena santrinya difasilitasi untuk menggali jati diri mereka. Diberikan kebebasan untuk santri agar membuat suatu hasil karya yang berguna.
"Ini sangat luar biasa. Saya harap ini berlanjut ke depannya. Biarkan anak muda kita berkarya dan berinovasi sesuai dengan keinginan mereka," cetus Fadly.
Pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammadi memaparkan, para santrinya diberikan waktu untuk berekspresi, berimajinasi dan membuat sebuah karya sesuai dengan keinginannya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kami di sini menghadirkan sebuah kurikulum yang dinamakan QUBA (Quran Sunnah Qalbu Brain Attitude). Setiap santri akan diberikan waktu untuk membuat sebuah karya. Karya mereka akan diperjualbelikan, akan diberikan lisensi untuk penjualan. Jadi mereka belajar sambil menghasilkan di sini," jelasnya.Dirinya berharap semoga karya santri di sini dapat menginspirasi bagi semua umat dan bermanfaat untuk masa depan. (cigus/lex)
Editor : Berita Minang






