"Saya turut berikan apresiasi kepada kepala daerahnya yang sukses membangun Dharmasraya, hal ini penting demi kepentingan masyarakatnya, agar mereka sejahtera dan perekonominya meningkat, daerah kami ini sama-sama masih kategori daerah berusia muda secara administratif," kata Riza.
Asisten II Setdako Elzadaswarman yang mendampingi Wako Riza Falepi turut menyampaikan sebagai pintu gerbang distribusi makanan, Payakumbuh pasti menghadapi permasalahan makanan, termasuk yang berasal dari Provinsi Riau. Sementara Riau juga menjadi pintu gerbang dari luar negeri seperti Singapura, sehingga banyak makanan yang memang menurut standarisasi negaranya butuh ada kajian khusus, untuk itu lembaga BPOM sangat diperlukan.
"Pemko sudah sediakan tanah di kawasan pasar Padang Kaduduak untuk membangun kantor Loka POM di Payakumbuh. Dekat dengan kantor Camat Payakumbuh Utara, Sentra IKM Randang, dan Lapangan Olahraga Terbuka, bahkan akan ada kampus UNP Fakultas Pariwisata dan Perhotelan disana. Saat ini Loka POM Payakumbuh masih menumpang di gedung eks Unand Payakumbuh," kata Elzadaswarman yang akrab dipanggil Om Zet.
"Berbicara obat dan makanan, tidak ada orang yang tidak butuh keduanya. Distribusi makanan olahan dari Payakumbuh memenuhi kebutuhan Bukittinggi. Seperti sanjai, karak kaliang, dan makanan olahan lainnya," tambahnya.
"Pengawasan makanan dan obat dari wilayah timur ada Loka POM Payakumbuh dan dari selatan Loka POM Dharmasraya, keduanya sudah berdiri kurang lebih dua tahun. Dharmasraya tingkat keramaian aktifitas warganya jauh berbeda dari Payakumbuh, di Dharmasraya itu jam malam sudah susah cari makanan. Makanya datang kesini kami ingin mendapat wejangan dari Wali Kota Riza Falepi," kata Asmianto. (Med)
Editor :






