BUKITTINGGI - Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin, berharap kasus pengeroyokan anggota TNI 0304 /Agam oleh pengendara anggota club motor gede (Moge) di kawasan Tarok Bukittinggi, Jumat (29/10/2020) pekan lalu, menjadi kejadian yang pertama dan terakhir di Kota Bukittinggi, Sumbar.
Hal itu diungkapkan Zaenuddin, karena Bukittinggi dikenal di Indonesia dengan pariwisatanya, bukan dengan tindak kekerasan yang menciptakan ketidaknyamanan.
"Cukuplah kejadian itu menjadi kejadian yang pertama dan terakhir di Bukittinggi. Peristiwa itu sudah menjadi sorotan se-Indonesia. Kita berharap ini yang terakhir dan tidak ada lagi peristiwa seperti itu," tegasnya usai menyaksikan penyidik Polres Bukittinggi serahkan SPDP ke kejaksaan.
Ditambahkannya, proses hukum sudah ditangani pihak kepolisian. Bagi yang bersalah, tentu akan menghadapi resiko hukum akibat perbuatannya.
"Kita berharap proses hukum kasus ini bisa berjalan secara kondusif," ujarnya. (Yus)
Editor : Berita Minang






