IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Petani Jagung Bisa Kaya Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong

 Petani Jagung Bisa Kaya Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong
Petani Jagung Bisa Kaya Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Kesempatan besar menanti petani jagung di Payakumbuh yang tak perlu pusing-pusing memikirkan kemana memasarkan produk pertanian mereka itu. Hal ini dimulai dari Kelompok Tani Padang Beringin Talao, Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kenagarian Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).

Pada hari Selasa (11/8), disaksikan langsung oleh Wali Kota Riza Falepi penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kemitraan kelompok tani dengan pengusaha ternak unggas di Nagari setempat.

Ini merupakan tindak lanjut atas inisiasi yang dilaksanakan Wali Kota Riza Falepi dan Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah saat usai peresmian kampung tangguh Covid-19 di Koto Panjang beberapa waktu lalu.

Wako Riza Falepi mengapresiasi Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah yang sekaligus pelaku peternak unggas yang telah menyetujui kontrak kerjasama dengan kelompok tani, dimana harga jual jagung yang dibeli sudah jelas tertera sesuai dengan kontraknya, sehingga ada kepastian bagi petani.

Riza berharap jangan sampai ada lahan pertanian yang kosong dan tidak termanfaatkan di Payakumbuh. Riza memaparkan persoalan jagung ini banyak, ada disaat pasca panen apabila kalau jagung yang dijual harus memenuhi syarat kekeringan tertentu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kadang saat kita menjemur jagung, tidak merata keringnya, sedangkan permintaan pasar harus diperhatikan betul kualitasnya. Untuk membantu kelompok tani, saya sudah perintahkan kadis pertanian untuk membeli alat pengering berkapasitas 3 ton, letaknya di terminal agro. Insyaallah di anggaran tahun depan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 ton," kata Riza.

Wali kota dua periode itu juga mendorong petani agar mengasuransikan tanaman mereka. Untuk merealisasikannya mereka dapat berkoordinasi dengan dinas pertanian melalui penyuluh pertanian. Bahkan untuk asuransi ini sudah dianggarkan di APBD Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra mengatakan pengusaha ternak unggas petelur dapat bermitra dengan petani jagung, artinya sudah ada pasarnya. Hari ini, karena kebutuhan pakan yang cukup tinggi, peternak bahkan sampai mengimpor, untuk memenuhi kebutuhan itu kelompok tani didorong memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung disamping menanam komoditas lain seperti cabe dan bawang.

"Biasanya petani enggan menanam jagung karena harga yang tak menentu dan pasar yang tak jelas. Untuk Payakumbuh lebih cocok menanam bibit jagung jenis Pioner 32, dengan masa tanam hingga panen selama 4 bulan karena peternak memang menyukai kualitas jagung Pioner 32 ini," ungkap Depi Sastra.

Bibit bantuan dinas telah disediakan di anggaran perubahan, sementara adapun MoU antara pengusaha unggas dan kelompok tani ini, mereka membantu meminjamkan dana pembelian bibit kedepannya. Nanti saat panen pinjaman dibayar, istilah pertaniannya namanya yarnen atau dibayar panen.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH