"Di Papua sasaran kita adalah emas. Karena ini PON paling mahal. KONI Sumbar punya target tak muluk-muluk, minimal bertahan diperingkat 11 atau bisa naik satu digit diperingkat 10 besar, sesuai dengan target yang diucapkan Bapak Wakil Gubernur beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu mari kita semua berusaha untuk seayun selangkah mencapai target dimaksud," ungkap Syaiful.
Ketua Tim Teknis KONI Sumbar Fazril Ale menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan database pelatih fisik kedepan, dimana pelatih bisa memahami dan membuat program khusus untuk menunjang fisik atlet.
Ia menyebut, untuk tenaga pelatih fisik di Indonesia sangat kurang, bahkan hanya bisa dihitung dengan jari. Apalagi di Sumbar, pelatih fisik yang paham dengan pelatihan fisik sistematis sesuai kebutuhan kecaboran boleh dikatakan belum ada.
"Indonesia berhasil berprestasi di Sea Games Filipina karena ada konsultan pelatih fisik. Terbukti juga performa atlet menjadi meningkat, karena ditangani dengan detail. Kita ingin juga di Sumbar banyak lahir pelatih fisik," harapnya.
Fazril Ale juga meminta kepada seluruh peserta saat ini untuk membuang jauh jauh maindset pelatih teknis juga melatih fisik, keduanya harus dipisah. Karena pelatih masa lalu terkuras energinya karena sekaligus melatih dua hal ini.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Irnaldi Samin menyampaikan, peserta kegiatan diikuti oleh 52 orang pelatih dari 25 cabang olahraga yang berhasil lolos ke PON XX Papua.
Narasumber yang dihadirkan adalah Irwan T Amrun dari KONI Pusat, Dr Dikdik dari UPI Bandung, Dr Iwan Hernawan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr Alnedral Dekan FIK UNP, Dr Afriwardi dari Universitas Andalas, serta Dr Pudia M Indika dari UNP.
"Pelaksanaan kegiatan menerapkan protokol Covid 19 dengan melaksanakan rapid test kepada semua peserta," pungkasnya. (MR)
Editor : Berita Minang






