"Untuk kedepannya ini sudah mejadikan contoh berulang-ulang tentu kita ingin jadikan lokasi ini, persis di tempat sapi berdiri sekarang, akan dijadikan tempat pemotongan sapi permanen nantinya. Artinya sebuah rencana mejadikan lokasi perpanen tempat pemotongan khusus hewan qurban, sesuai dengan standar oleh Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat," ujar Sobhan.
Sobhan juga sampaikan setelah dilakukan pemotongan hewan akan dilakukan pembagian daging tersebut kepada yang berhak menerima, sebagian kecil ada yang datang langsung yang mengambil daging ke mesjid raya namun tetap mengikuti protokol kesehatan.
"Dan sebagian besarnya akan diantar langsung oleh panitia Qurban, panti-panti asuhan di Sumatera Barat, kemudian untuk masyarakat daerah disini dan sekitarnya akan dibagikan melalui Rt/Rw setempat, ini semua bertujuan agar masyarakat tidak semua berkumpul disini, dan tidak terjadi keruman banyak orang" terang Sobhan.
Sobhan dihadapan Gubernur juga sampaikan harapan bagaimana masjid raya dibolehkan menerima penyelenggaraan sapi qurban lainnya selain dari pak presiden juga ada dari pak Gubernur dan pejabat lainnya.
"Dan ini dapat menjadi program dinas peternakan ke depan dalam menumbuhkan semangat peternak Sumbar untuk dapat berkiprah lebik lagi. Ibadah dapat, kemajuan dan kesejahteraan peternak juga akan berkembang, "harapnyam
Proses pemotongan disaksikan oleh Sekda Prov Sumbar, Dinas Peternakan, Kemenag, Kepala Biro Bintal Sumbar, Plt. Biro Humas, DPKH Sumbar, dan Pengurus Mesjid Raya beserta panitia korban Mesjid Raya Sumbar serta unsur lain yang melihat pemotongan sapi presiden tersebut.
Sapi Qurban Presiden RI ini berasal dari peternak Kota Solok Sumatera Barat dengan berat 1,2 Ton dengan kisaran harga Rp. 72 juta. Rel/MR
Editor : Berita Minang






