PADANG - Menteri Agama RI Fachrul Razi mengharapkan iven Nasional MTQ XXVIII di Sumatera Barat tetap dilaksanakan. Fachrul juga minta pemprov agar semua panitia dan pihak yang terlibat pada MTQ Nasional XXVIII ini mematuhi protokol kesehatan.
"Ini moment yang sangat penting bagi Sumbar, pada acara MTQ XXVIII bisa kembangkan inovasi-inovasi terkait MTQ nasional di tengah Covid-19 dengan menggunakan IT. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan memberikan kebaikan-kebaikan bagi kita semua," kata Menteri Fachrul Razi dari Jakarta saat aunching pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Nasional XXVIII tahun 2020 yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Barat, secara virtual, pagi ini di hotel Grand Inna Padang, Selasa (28/7/2020).
Fahrul Rozi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumatera Barat beserta OPD terkait yang denganeprihatinan bersama, namun tidak boleh menjadi alasan untuk tidak produktif melaksanakan agenda nasional.
"Kami mengapresiasi Sumbar yang berkomitmen untuk melaksanakan dan mensukseskan MTQ Nasional XXVIII di Padang pada 12-21 November 2020, meski dalam kondisi yang tidak biasa," ujar Fachrul Razi.
Ia mengatakan pandemi COVID-19 jangan menjadi penghalang untuk produktif dan proaktif melaksanakan dan menjalankan berbagai kegiatan positif, termasuk MTQ.
"Data kita saat ini masih ada 65 persen umat Islam di Indonesia yang masih buta aksara Al Quran. Angka itu sangat tinggi untuk negara yang mayoritas Muslim," ujarnya.
Hal itu juga akan berbanding lurus dengan tingkat pemahaman penghayatan yang berasal dari Al Quran. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberantas buta aksara Al Quran ini," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang saama, Gubernur Irwan Prayitno berharap pelaksanaan MTQ Nasional akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebab, peserta MTQ Nasional akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
"Kita harus memperhatikan protokol kesehatan untuk antisipasi penyebaran virus corona di setiap kegiatan. Jangan sampai ajang MTQ ini menjadi klaster baru Covid-19 di Sumbar," tegas Irwan Prayitno.
Editor :






