AROSUKA - Bupati Solok H.Gusmal, SE. MM Mengikuti Vidcon pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilingkungan Badan Pusat Statistik se-Sumatera Barat di Kantor Badan Pusat Statistik Kab. Solok Hari Rabu (17/06/ 2020).
Menghadiri acara tersebut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Forkopimda Propinsi Sumbar. Kepala BPS Sumbar Ir. Pitono. Kapolres Solok Diwakili Kabagren Kompol Erizal Buchari. Kaban Barenlitbang Erizal. Kepala KPPN Solok. Kemenag Solok. Dinas Dikducapil
Dalam Arahannya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sampaikan Berikan Apresiasi pada BPS se- Sumatera Barat yang melaksanakan pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di lingkungan Badan Pusat Statistik di Sumatera Barat.
Katanya diharapkan pelaksanaanya berjalan lancar dan bertahap dalam menuju wilayah bebas korupsi. Mjudah2an kedepan BPS se- Sumatera Barat semakin baik.
Bupati Solok H. Gusmal Mengucapkan selamat kepada BPS Kab. Solok atas Pencanangan zona Wilayah bebas Korupsi dan wilayah birokrasi bersih Serta melayani dan dilaksanakan, diterapkan oleh seluruh aparatur BPS dengan sebaik-baiknya, khususnya di kab. Solok.
Dikatakannya, melayani harus sesuai dengan peraturan yang telah ada dalam melaksanakan penerapan zona integritas. Banyak sekali aturan yang akan dikeluarkan. Secara structural aturan dikeluarkan dari pusat dan BPS Propinsi dan bias dikeluarkan BPS KAb. Solok dalam rangka penyederhanaan penjelasan pelayanan kepada masayakat.
Gusmal jelaskan, melakukan pendataan melalui sensus penduduk dengan mekanisme dan prosedur yang jelas artinya tertulis dan di umumkan kepada masyrakat sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita menjalankan peraturan dan melayani masyarakat sebaik-baiknya.
"Zona integritas ini adalah gerakan awal dalam penerapan wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani," ungkapnya.
Gusmal menyebutkan, BPS dalam melayani masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan karna kita berada di zaman new normal. Aparatur BPS harus bias memahami bagaimana karakter, prilaku masyarakat kita keseluruhan. Kita lihat contoh, sensus yg kemaren banyak yang berulang, sampai tambah waktu, meskipun sekarang sudah mecapai target 91 persen dalam sensus penduduk. Artinya kita harus sejalan dalam melaksanakan pendataan.
Editor : Berita Minang






