PADANG - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumatera Barat (Sumbar) berunjuk rasa menuntut pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan di Kantor Gubernur Sumbar diwarnai aksi bakar ban.
Aksi bakar ban dilakukan pengunjuk rasa di depan kantor gubernur. Hal ini mereka lakuk agar pejabat pejabat yang ada di dalam kantor gubernur merasakan dampak asap.
Setelah melakukan aksi bakar ban, pengunjuk rasa berhasil masuk ke dalam kantor Gubernur Sumbar dengan maksud mencari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Setelah berupaya mencari dan tidak menemukan yang bersangkutan, mahasiswa dari sejumlah universitas dan perguruan tinggi di Sumbar ini kembali berorasi di halaman rumah Bagonjong sebutan kantor gubernur Sumbar.
Pengunjuk rasa tetap bertahan meminta gubernur Sumbar Irwan Prayitno langsung menemui mereka. Mereka tidak bersedia ditemui Asisten dua Setdaprov Sumbar,Benny Warlis maupun kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman dan Kepala Satpol-PP Sumbar, Dedy Diantolani.
Pengunjuk rasa yang pingsan salah seorang mahasiswa saat mengikuti unjuk rasa. Berdasar penuturan rekannya, mahasiswi tersebut merupakan mahasiswi STKIP PGRI.
Aksi unjuk rasa Aliansi BEM Sumbar ini dimulai sekitar pukul 13 wib. Aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumbar mereka lakukan sebagai kelanjutan aksi unjuk rasa yang mereka lakukan pada Selasa kemarin.
Mereka meminta pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan karena sudah berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dampak buruk terhadap kesehatan, menyebabkan gangguan pernapasan yaitu Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). (MST)
Editor :






