WASHINGTON DC - Kalau melihat peta global penyebaran coronavirus, negara-negara maju di Eropa dan Amerika paling parah terkena dampak virus Corona (Covid-19) ini. Sementara, negara-negara berkembang dan miskin di selatan relatif lebih tahan banting.
Irawan Nugroho dari Washington DC USA, Sabtu (18/4/2020) menulis, kini para periset vaksin coronavirus yang kini sibuk bekerja di lebih dari 40 lembaga riset di seluruh dunia bertanya-tanya, mengapa negara maju yang sehat walafiat itu bisa begitu dahsyat terserang covid-19 ini. Di antara para periset, ada yang mencoba melihat jauh ke belakang betapa ampuhnya vaksin BCG (Baccile Calmette-Guerin), mengambil nama dari dua ilmuwan Prancis yang menemukan vaksin ini tahun 1921, untuk mencegah penyakit tuberkulosis.
TBC dianggap penyakit orang-orang miskin. Walaupun para periset top di Harvard, MIT dan lembaga-lembaga medis lainnya di Amerika masih meragukan keampuhan BCG dalam melawan coronavirus, tidak ada salahnya kalau anak-anak balita tetap diimunisasi BCG. Dan jangan meremehkan peranan posyandu dalam pencegahan virus-virus berbahaya di masa depan. Posyandu di kampung-kampungv memang top. (***)
Irawan Nugroho (Washington DC. USA)
Editor : Berita Minang






